Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Game Online Free Fire Dihapus di India
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah India resmi memblokir game battle royale Free Fire buatan Garena. Tak hanya itu, mereka juga menghapus 53 aplikasi asal China lainnya.
Mengutip IGN, Senin (14/2/2022), Free Fire sudah dihapus dari Google Play Store dan Apple App Store. Tapi versi Free Fire Max (FF MAX) masih tersedia di toko aplikasi India.
Pemblokiran Free Fire ini muncul usai pemerintah India mengumumkan daftar 54 aplikasi dan game buatan China yang dilarang. Aplikasi tersebut diduga dapat menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional.
Pemblokiran game battle royale sebenarnya bukan pertama kali terjadi di India. 2020 lalu, pemerintah juga merilis daftar aplikasi yang diduga mengancam keamanan nasional, salah satunya PUBG Mobile buatan Krafton.
Tapi PUBG Mobile kemudian dirilis ulang ke India dengan nama Battlegrounds Mobile India (BGMI). Free Fire sebagai pesaing terus bertumbuh pesat di sana, sebelum akhirnya diblokir pemerintah.
Kepopuleran Free Fire di India ditandai dengan masuknya Team Vitality asal Eropa. Bulan lalu, mereka mengumumkan tim untuk divisi Free Fire yang diambil dari pemain India.
Belum diketahui apakah diblokirnya Free Fire akan mempengaruhi komunitas game dan esports yang saat ini tengah berkembang di India. (sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4200 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1439 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 943 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 875 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 761 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun