Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Gantung Diri Gunakan Sehelai Selendang
BERITABALI.COM, BULELENG.
Warga Dusun Yeh Anakan, Desa Banjarasem Kecamatan Seririt, Jumat (15/2) dikejutkan dengan ditemukannya Luh Sukerti (31), warga setempat yang tewas gantung diri dengan menggunakan sehelai selendang di rumahnya.
“Kita belum mengetahui motif aksi gantung diri ini, sementara dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Demikian juga dari hasil pemeriksaan medis, korban murni gantung diri,” ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol. Khaidar Latief.
Aksi gantung diri yang dilakukan Luh Sukerti pertama kali diketahui oleh adik korban, Komang Gitra (28), saat tengah mencari korban. Betapa terkejutnya Gitra saat melihat tubuh kakaknya tergantung lemas pada tiang rumah yang terbuat dari kayu.
“Kalau sudah begini mau gimana lagi. Memang saya yang menemukan pertama kali kakak saya meninggal gantung diri menggunakan selendang yang tergantung di tiang tampul rumah. Saya belum tahu kenapa kakak saya mengambil jalan pintas seperti itu,” ujar Komang Gitra.
Korban Luh Sukerti yang telah mendapat penanganan pemeriksaan secara medis selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikuburkan. Sedangkan dari kasus bunuh diri itu polisi telah memeriksa sejumlah saksi termasuk mengamankan sebuah selendang senagai barang bukti.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3920 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3095 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2113 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2059 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun