Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Gelombang Laut Tinggi di Tabanan, Nelayan Selamatkan Jukung
BERITABALI.COM, TABANAN.
Gelombang tinggi di pantai selatan, membuat nelayan di Pantai Pasut, Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan berbondong-bondong selamatkan jukung pada Rabu (27/5). Sebab tinggi gelombang yang mencapai 4 meter itu dikhawatirkan membuat jukung yang sedang parkir dihanyutkan ke laut.
Sejumlah nelayan pun bergotong royong menyelamatkan jukung mereka. Bahkan agar jukung tidak hanyut, nelayan memarkir armada mereka disisi jalan.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di Tabanan I Ketut Arsana Yasa menjelaskan, tinggi gelombang Rabu pagi mencapai 4 meter. Hal itu membuat jukung nelayan yang sedang parkir terimbas dari hantaman gelombang.
Agar tidak rusak dan hanyut ke tengah laut, nelayan pilih memindahkan ke tempat aman. “Pagi-pagi semua nelayan gotong royong pindahkan jukung,” ungkapnya yang akrab disapa Sadam.
Bahkan untuk tidak terimbas parah, jukung nelayan ada yang terparkir di pinggir jalan. Namun tidak sampai mengganggu aktifitas warga yang lewat. “Karena ombaknya tinggi, nelayan sejauh mungkin cari tempat aman untuk parkir agar tidak hanyut," imbuhnya.
Diterangkan Sadam, kondisi selamatkan jukung hampir dilakukan seluruh nelayan yang ada di Tabanan mulai dari Pantai Nyanyi, Kecamatan Kediri hingga Pantai Selabih Kecamatan Selemadeg Barat. Diperkirakan gelombang tinggai masih terjadi hingga tanggal 2 Juni mendatang karena tinggi gelombang baru terjadi sejak Selasa (26/5) sore.
Dengan adanya gelombang tinggi seluruh nelayanan Tabanan dilarang melaut sejak Rabu sore. Sebab situasi gelombang sangat berbahaya. Padahal saat ini nelayan sedang bersiap memanen ikan lemuru dan ikan tongkol. "Sekarang kita larang dulu melaut karena gelombang sangat berbahaya," ujarnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 582 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 453 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan