Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Gempa di Karangasem, Balita di Desa Ban Tewas Tertimpa Runtuhan
5 Warga Luka Berat dan 8 Luka Ringan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Seorang balita perempuan Ni Luh Meriani berusia 3 tahun asal Dusun Jatituhu, Desa Ban, Kubu, Karangasem menjadi korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah saat Gempa berkekuatan 4.8 SR mengguncang wilayah Karangasem pada Sabtu pagi, (16/10/2021).
Kepala Desa Ban, I Gede Tamu Sugiantara saat dikonfirmasi mengungkapkan, korban bersama orang tua dan 4 saudaranya sebelum gempa mengguncang berada di dalam rumah. Saat gempa terjadi, diduga material reruntuhan rumah yang ambruk akibat guncangan gempa menimpa korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
"Saat kejadian semuanya berada di dalam rumah, keadaannya amat sangat memprihatinkan, mau bawa bantuan juga masih susah karena akses jalan tertutup longsoran," ujarnya.
Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, Sekertaris BPBD Karangasem, I Putu Eka Putra Tirtana mengungkapkan, dari hasil asesmen awal di Desa Ban, selain ada satu korban jiwa yaitu balita berusia 3 tahun, sebanyak 5 orang juga dilaporkan mengalami luka berat dan 8 orang diantaranya mengalami luka ringan.
"Asesmen awal di wilayah Desa Ban, satu korban balita meninggal dunia anak umur 3 tahun, 8 orang mengalami luka ringan dan 5 orang mengalami luka berat dimana kelimanya sudah berada di rumah skit," terang Eka Putra Tirtana.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1569 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1182 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1030 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 908 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah