Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Giliran Wartawan di Jembrana Disuntik Vaksin Covid-19
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah lama menunggu kepastian untuk mendapatkan jatah vaksin akhirnya Rabu (03/03/2021) awak media di Jembrana menjalani vaksinasi Covid-19 pada gelombang kedua bertempat di lantai III Gedung Instalasi Rawat Jalan RSU Negara.
Meskipun ada keterlambatan jadwal vaksinasi untuk wartawan, pemberian vaksinasi bisa berjalan lancar. Dari pantauan di lokasi vaksinasi, waktu vaksinasi mulai jam 09.00 WITA. Sebelum masuk seluruh peserta dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Kemudian wartawan menyerahkan foto copy KTP untuk didata sebelum di screening dan divaksin.
Salah satu wartawan media cetak Agus Mahendra mengatakan, sebagai pekerja kuli tinta sangat berisiko tertular covid-19. Karena saat melakukan peliputan kasus covid-19 selalu bertemu dengan pasien yang menjalani isolasi mandiri dan pasien sembuh usai menjalani perawatan di ruang isolasi. Selain itu wartawan sering berinteraksi dengan publik maupun narasumber. Sehingga berpotensi mudah terpapar
"Saya berharap dengan mendapatkan vaksin ini bisa mengurangi risiko tinggi gejala covid-19," kata Agus saat menjalani observasi usai disuntik vaksin.
Pada vaksinasi pertama di gelombang ke II ini, diikuti belasan awak media baik cetak maupun media online.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4230 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1445 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 943 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 876 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 765 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun