Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Google Doodle Rayakan Hari Lahir Pencipta Si Unyil
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Anda yang mengalami masa kanak-kanak di era 1980-an hingga awal 1990-an tentu tak asing lagi dengan serial televisi Si Unyil yang tayang setiap hari Minggu di TVRI. Kini sosok dari para tokoh di serial legendaris tampil menghiasi halaman muka mesin pencari Google.
Jika Anda mengakses Google hari ini, Senin, 28 November 2016, Anda akan langsung disambut dengan tampilan Google Doodle yang menggambarkan para tokoh yang ada di serial televisi Si Unyil. Tepat di tengah-tengah mereka, terdapat sosok Drs Suyadi yang merupakan sang kreator dari serial sandiwara boneka tersebut.
Ya, hari ini Google merayakan hari ulang tahun Suyadi yang ke-84. Lahir di Puger, Jember, Jawa Timur pada 28 November 1932, Suyadi adalah pencipta Si Unyil sekaligus pemeran tokoh Pak Raden dalam serial itu.
Suyadi bisa dibilang sebagai salah satu tokoh yang berperan penting dalam pendidikan anak Indonesia. Ketika pertama kali memperkenalkan Si Unyil pada 1980-an, lulusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) ini ingin stasiun televisi lokal diisi acara yang mendidik.
Si Unyil sendiri bercerita tentang kondisi sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Unsur-unsur di dalam serial itu tak bisa dipisahkan dengan budaya populer yang berkembang hingga sekarang, seperti kemunculan kata-kata 'hom-pim-pah alaiyum gambreng' atau 'cepek dulu dong'.
Karya Si Unyil sudah beberapa kali dibuat ulang untuk mencocokkan dengan perkembangan zaman. Versi orisinilnya dari 1981 hingga 1993, lalu dari 2002 hingga 2003 awal, dan pertengahan 2003 hingga akhir 2003.
Selain karya fenomenal Si Unyil, Suyadi juga pernah didaulat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menjadi ilustrator buku pelajaran Bahasa Indonesia tingkat Sekolah Dasar.
Seniman yang dikenal ramah dan rendah hati ini semasa hidupnya mengabdikan diri untuk dunia seni, khususnya bagi anak-anak. Namun sayang di masa tuanya, hidup Suyadi terbilang malang karena kurang mendapat perhatian pemerintah. Bahkan Ia sempat menawarkan lukisannya kepada Joko Widodo yang kala itu masih menjabat Gubernur DKI Jakarta untuk biaya berobat.
Pada 30 Oktober 2015, Suyadi menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta. Jenazahnya dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta, keesokan harinya.
Meski sosok Suyadi telah tiada, namun nama dan karyanya akan selalu hidup dari zaman ke zaman. Selamat ulang tahun, Pak Raden!
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1370 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1045 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 887 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 786 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik