Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 28 September 2026
Gubernur Koster Ingatkan Jajarannya Tidak Terlibat Tindak Pidana Korupsi
Jumat, 15 Maret 2019,
21:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Gubernur Bali Wayan Koster dengan tegas menginginkan jajaran dan wilayah kerja provinsi Bali agar terbebas dari tindak pidana korupsi.
[pilihan-redaksi]
“Saya sangat berharap yang namanya korupsi apalagi operasi tangkap tangan (OTT) tidak terjadi di Bali. Kalau kedapatan melakukan dan dipanggil ke kantor KPK itu ada yang bilang rasanya seperti naik ‘tangga sorga’. Ada juga istilah yang bilang jus apa yang paling cepat dan manjur untuk menurunkan berat badan? Jawabannya jus KPK, pasti cepat turun drastis berat badannya setelah dipanggil KPK, tidak bisa tidur,” kata Gubernur dalam sambutannya membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi terintegrasi Provinsi Bali di Gedung wiswa Sabha Utama, kantor Gubernur Bali, Jumat (15/3) siang.
“Saya sangat berharap yang namanya korupsi apalagi operasi tangkap tangan (OTT) tidak terjadi di Bali. Kalau kedapatan melakukan dan dipanggil ke kantor KPK itu ada yang bilang rasanya seperti naik ‘tangga sorga’. Ada juga istilah yang bilang jus apa yang paling cepat dan manjur untuk menurunkan berat badan? Jawabannya jus KPK, pasti cepat turun drastis berat badannya setelah dipanggil KPK, tidak bisa tidur,” kata Gubernur dalam sambutannya membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi terintegrasi Provinsi Bali di Gedung wiswa Sabha Utama, kantor Gubernur Bali, Jumat (15/3) siang.
Dihadapan segenap bupati/ walikota atau perwakilan dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Bali serta jajarannya, Gubernur Koster yang didampingi Sekda Dewa Made Indra mengingatkan untuk hati-hati dalam mengambil keputusan-keputusan yang menyangkut anggaran.
“Saya pun kalau mengambil keputusan akan setiap saat berdiskusi dengan pak Sekda, sudah benar atau tidak sesuai dengan hukum, harus dipastikan betul secara administrasi. Saya tidak mau ada hal-hal yang bermasalah di kemudian hari,” tutur Gubernur kelahiran Singaraja, Kabupaten Buleleng tersebut.
Gubernur juga mengharapkan semuanya mengedepankan dedikasi yang baik dalam bekerja yang didukung pula oleh komitmen. “ Yang penting bekerja sesuai dengan visi dan misi, sesuai dengan harapan masyarakat, itu saja cukup,” tukasnya. “Kepuasan itu tidak ada batasnya, jadi kalau sudah dirasa cukup ya distop saja kepuasannya,” tambahnya lagi.
Rapat evaluasi tersebut dilaksanakan untuk tata kelola pemerintahan yang baik di provinsi Bali dimana mencakup pengelolaan APBD, SDM, barang dan jasa serta aset dan perijinan. Disamping itu juga untuk mengelola sumber-sumber pendapatan daerah dan hingga pencegahan korupsi di sektor swasta.
“Korupsi adalah persoalan serius, harus disikapi dengan penindakan dan pencegahan dan menjadi fokus pemerintahan Indonesia saat ini. Saya ingin mendukung dan mengapresiasi tinggi kerja KPK di Bali agar Bali bersih dan bebas korupsi, ” tutupnya.
[pilihan-redaksi2]
Di sisi lain Koordinator unit Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) KPK Asep Rahmat Suwandha merasa senang dengan komitmen Gubernur Bali dan jajaran dalam rapat evaluasi yang juga sebagai rencana aksi untuk pencegahan korupsi di Bali tersebut.
Di sisi lain Koordinator unit Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) KPK Asep Rahmat Suwandha merasa senang dengan komitmen Gubernur Bali dan jajaran dalam rapat evaluasi yang juga sebagai rencana aksi untuk pencegahan korupsi di Bali tersebut.
“Saya apresiasi dan senang sekali karena bapak Gubernur memastikan untuk hadir langsung karena tentu saja menganggap acara ini amat penting untuk pengelolaan pemerintahan kedepan. Saya bilang begini karena berdasar pengalaman, saham terbesar untuk keberhasilan ataupun kegagalan pencegahan dan pemberantasan korupsi di daerah adalah karena komitmen kepala daerahnya, besaran pengaruhnya lebih dari 50 %,” tukas Suwandha.
Suwandha juga mengharapkan jajaran OPD dan ASN segera melengkapi pelaporan pajak dan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) karena juga jadi salah satu faktor yang mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Selain itu reformasi birokrasi dan pelaporan gratifikasi juga jadi sorotan utama agar pengelolaan pemerintahan bisa berjalan bersih dan bebas indikasi korupsi. (bbn/humasbali/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8513 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5857 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3675 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2505 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026