Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Gudang Kayu di Karangasem Terbakar, Polisi Sita Barang Bukti Pemicu Kebakaran
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Gudang kayu milik I Gede Agus Ardika Priatma di Desa Seraya Tengah, Karangasem hangus dilahap si jago merah pada Sabtu pagi (01/6/2023) sekitar pukul 04.30 WITA.
Informasi yang diperoleh, percikan api diduga muncul akibat adanya korsleting listrik pada instalasi di gudang tersebut. Kebakaran diketahui pertama kali oleh salah satu warga, dimana saat itu api sudah terlihat berkorbar di atas gudang.
"Warga yang melihat saat itu langsung teriak minta bantuan, kemudian Warga sekitar mulai berdatangan untuk membantu memadamkan api, sementara ada juga yang memghubungi pemilik gudang dan Damkar Karangasem," kata Kapolsek Karangasem, Kompol. Putu Sunarcaya saat dikonfirmasi.
Sekitar pukul 05.00 WITA, petugas Damkar tiba di lokasi kejadian. Upaya pemadaman langsung dilakukan dibantu warga sekitar. Setelah sekitar satu jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.00 WITA.
Akibat peristiwa tersebut, meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun pemilik gudang ditaksir mengalami kerugian materiil sekitar Rp.30 juta. Sementara, dari lokasi kebakaran, polisi mengamankan barang bukti berupa kabel listrik yang diduga jadi pemicu kebakaran.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4436 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2091 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1550 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1008 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 939 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun