Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
H-4, Angkutan Barang Distop
Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Untuk menghindari kemacetan semakin parah di Pelabuhan Gilimanuk, ASDP Gilimanuk mengeluarkan kebijakan mulai H-4 barang keluar masuk Bali distop untuk sementara waktu. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi sembilan bahan pokok (sembako).
"Sesuai instruksi Menteri Perhubungan, mulai H-4 angkutan barang tidak kita layani,"ujar Manajer oprasional ASDP Gilimanuk Ospar Silaban, Sabtu (27/9). Menurut Ospar, hal ini tidak berlaku untuk angkutan sembako. "Selain sembako, tidak kita layani," tandasnya.
Meski demikian, lanjut Ospar kapal landing craft tank (LCT) atau kapal barang barang tetap disiagakan untuk melayani penyeberangan kendaraan barang yang kembali setelah mengantar sembako.
Sementara itu Syahbandar Gilimanuk, Dewa Nyoman Kari, saat dikonfirmasi terpisah mengatakan walaupun angkutan barang distop, pihaknya tetap tidak mengizinkan kapal LCT untuk mengangkut penumpang karena spesifikasi LCT dengan kapal motor penumpang (KMP) berbeda terutama pada sarana keamanannya.
"Sarana keamanan di KMP seperti sekoci dan baju renang jumlahnya disesuaikan dengan kapasitas angkut penumpang sedangkan kapal LCT jumlahnya lebih sedikit karena orang yang diangkut hanya beberapa saja yakni sopir dan kernet kendaraan barang. Kita tidak mau ambil resiko menggunakan kapal barang untuk mengangkut mudik," terangnya.
Lanjut Kari, lonjakan jumlah pemudik tidak membuat pihaknya renggang dalam hal pengawasan kapal yang berangkat. "Kami tetap membatasi jumlah kendaraan dan orang yang diangkut oleh KMP yakni sekitar 300 orang penumpang ditambah kendaraan yang disesuaikan dengan daya angkut kapal," jelas Kari.
Hal ini dilakukan, kata Kari, karena pihaknya sangat mengutamakan keselamatan pelayaran sehingga kapal yang melayani pemudik tetap diawasi dengan ketat agar tidak memuat melebihi kapasitas angkutnya. "Kita tetap mengutamakan keselamatan penumpang," katanya.
Terkait cuaca, Kari mengungkapkan cuaca di Selat Bali masih bersahabat sehingga aman bagi pelayaran. "Meski demikian kita terus melakukan pemantauan dan meminta nahkoda kapal agar berhati-hati,"pungkasnya.(dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5847 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2194 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan