Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Hasil Rapid Test 48 Orang Kontak Pasien Positif Semua Negatif di Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sebanyak 48 orang yang sempat kontak dengan pasien positif Covid-19 di Jembrana sudah melaksanakan rapid test. Hasilnya seluruhnya dinyatakan negatif covid-19.
[pilihan-redaksi]
Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, hasil tes cepat yang pertama itu negatif seluruhnya. Test cepat (rapid test) ditujukan kepada mereka yang melakukan kontak erat dengan keempat pasien positif covid-19 Jembrana. Pelaksanaan rapid test tidak hanya dilangsungkan di RSU Negara, tapi juga di Puskesmas Gilimanuk, Puskesmas I Negara serta Puskesmas Pekutatan I. Namun, sesuai protap seluruhnya diwajibkan kembali menjalani rapid test setelah sepuluh hari kedepan.
"10 hari setelah rapid test pertama akan dilanjutkan dengan rapid test kedua. Jika hasil tes rapid yang kedua itu ada positif, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR di RSUP Sanglah. Hasil PCR inilah yang menentukan status pasien itu apakah positif atau negatif terinfeksi corona virus, “ papar Arisantha, Rabu ( 8/4).
Saat ini, Ia tetap mengimbau mereka yang sempat kontak itu untuk melakukan isolasi mandiri dirumah selama 14 hari dengan benar.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4195 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1438 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 942 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 874 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 761 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun