Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Hendak Jalani Operasi Patah Tulang Justru Positif Corona
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Kasus positif Corona di Kabupaten Karangasem terus bertambah, kali ini satu tambahan kasus baru kembali terjadi pada hari Rabu, (10/06/2020).
[pilihan-redaksi]
Kasus kali ini bisa dikatakan cukup aneh, dimana pasien yang merupakan seorang laki-laki berusia 48 tahun asal Kecamatan Karangasem sama sekali tidak memiliki riwayat perjalanan kemana-mana.
"Yang bersangkutan adalah orang lokal Karangasem, tidak ada riwayat perjalanan kemana-mana," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama saat dikonfirmasi mengenai satu tambahan kasus baru tersebut.
Menurut Putra Pertama, sebelum dinyatakan positif corona, laki-laki tersebut adalah pasien dengan patah tulang yang direncanakan untuk menjalani operasi di RSUP Sanglah. Hanya saja, sebelum operasi yang bersangkutan diperiksa swab tes terlebih dahulu. Hasilnya cukup mengejutkan, laki-laki tersebut dinyatakan positif Corona setelah hasil Swab tesnya keluar.
Sementara itu, dengan bertambahnya satu kasus baru tersebut, total kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Karangasem berjumlah 28 kasus, dimana 21 kasus diantaranya telah dinyatakan sembuh dan 7 pasien masih dalam perawatan.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 2913 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1284 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 911 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 830 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 660 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun