Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 10 Juni 2026
Hendak Refreshing, 2 Siswi SMK Malah Tewas di Air Terjun Tembok Barak
Senin, 11 Desember 2017,
18:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
2 orang siswi SMK Kesehatan Widarba Bali, senin pagi (11/12) tewas tenggelam di air terjun Tembok Barak, Sambangan, Buleleng. Kedua orang siswi tersebut ditemukan dua jam setelah tenggelam dalam keadaan sudah meninggal dunia. Evakuasi korban oleh kelompok sadar wisata (darwis) Tunjung Mekar berlangsung cukup dramatis.
Kedua siswi yang tewas tenggelam tersebut bernama Devi Cahyani (16 tahun) serta Kadek Dwi Asmarani (17 tahun).
Kedua siswi tersebut awalnya berangkat bersama 20 orang temannya bersama empat orang guru pendamping untuk melakukan "tracking" ke wisata air terjun Tembok Barak, Sambangan.
Saat tiba di lokasi kejadian, para siswi tersebut diduga hendak mandi di air terjun. Namun naas, dua orang siswi tenggelam saat itu.
Teman-teman korban yang berada di lokasi berteriak histeris karena dua temannya tersebut tidak bisa diselamatkan dan tenggelam ke dasar kolam air terjun yang berair deras.
Mendengar kabar adanya orang tenggelam, kelompok masyarakat sadar wisata (darwis) dari Tunjung Mekar Sambangan berusaha menolong dengan menerjunkan sepuluh orang relawan untuk melakukan penyelaman ke air terjun dengan debit air yang cukup deras.
Sepuluh orang penyelamat tersebut dibagi menjadi dua tim untuk menyelamatkan dua tubuh korban yang berada di dasar kolam air terjun sedalam lima meter.
Proses evakuasi berjalan cukup sulit. Berselang dua jam, akhirnya satu per satu korban berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Kedua jenasah kemudian dibawa ke ruang jenasah RSUD Buleleng untuk proses visum dari tim dokter.
Salah satu guru pendamping mengaku jika para siswa tersebut sedang mengisi jadwal jeda semester dan melakukan wisata alam atau tracking di lokasi kejadian.
"Pada saat itu para guru pendamping sudah memberitahu kepada siswa agar jangan dulu terjun ke kolam air terjun untuk mandi, namun beberapa siswa telah terjun ke kolam air terjun tersebut, dan tiba-tiba saja sudah ada siswa yang minta tolong karena rekannya tenggelam," ujar
Putu Supartini, salah satu guru pendamping.
Hingga kini pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini. Beberapa orang saksi telah dimintai keterangan terkait tewasnya dua siswi SMK ini.[bbn/wis/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026