Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
HIV Di Buleleng Tembus Angka 1000 Lebih
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ternyata laju penyakit mematikan HIV/AIDS belum sepenuhnya bisa dibendung oleh KPAD Buleleng. Buktinya, virus mematikan itu terus saja menjalar dan menghinggapi warga Buleleng. Hingga Februari 2011 angka penderita penyakit mematikan ini, tembus angka seribu.
Bahkan Data yang dirilis KPAD Buleleng, jumlah penderita panyakit yang acap kali disebut penyakit kutukan ini sudah mencapai 1025 orang."Kemarin jumlah kasus HIV/AIDS di Buleleng telah mendekati angka seribu dan sekarang sudah melewati angka seribu yaitu 1025 orang. Dan penderita di Kecamatan Kubutambahan tercatat 58 orang,ungkap Arga Pynatih prihatin, ketika membuka pelatihan KDPA di kantor Camat Kubutambahan.
Guna menghambat dan mengantisipasi meluasnya penularan penyakit yang belum ada obatnya ini, KPAD Buleleng terus melaksanakan kegiatan sosialisasi ke masyarakat dengan melibatkan kader desa dan membentuk KDPA (Kader Desa Peduli AIDS). Sampai saat ini, baru empat kecamatan diberi pelatihan,yakni Kecamatan Tejakula, Busungbiu, Gerokgak dan Kubutambahan.
Selaku Ketua Harian KPAD Buleleng, Drs. Ec Made Arga Pynatih, MM menyatakan, sesuai intruksi Presiden, pada 2015 nanti, kasus HIV/ADIS di Indonesia harus sudah tuntas, untuk itu diperlukan kerja keras seluruh elemen masyarakat baik dari pemerintah, LSM, dan masyarakat Buleleng untuk ikut berpartisipasi dalam menanggulangi penyebaran virus HIV/AIDS.
Soal KDPA Arga menjelaskan,bahwa KDPA merupakan salah satu langkah startegis pemerintah daerah dan bersinergi dengan pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat untuk memberikan pemahaman tentang apa dan bagaimana virus HIV/ADIS. Sehingga masyarakat secara cepat dengan membangun komunikasi yang bersinergis dengan perangkat yang sudah disiapkan pemerintah.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli