Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Imlek di Tabanan, Warga Tionghoa Berharap Indonesia Damai, Aman dan Sentosa

Jumat, 16 Februari 2018, 15:30 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

BeritaBali.com,Tabanan Warna merah dan semerbak wangi dupa mendominasi hiasan dan aroma saat perayaan tahun baru imlek 2569 di wihara Dharma Catra Jalan Melati, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, Tabanan, Jumat ( 16/2/2018).
 
Warna merah juga mendominasi hiasan yang ada di sudut sudut wihara terutama lampu lampion yang  disusun dengan rapi. Pun tak ketinggalan warna baju merah dikenakan warga Tionghoa Tabanan yang  sedang melangsungkan persembahyangan Imlek sejak Jumat pagi hingga siang ini.
 
“Harapan saya di tahun baru imlek ini semoga dapat rejeki dan diberikan kesehatan,” jelasnya. 
 
Selain mengharapkan dimudahkan rejeki dan kesehatan, warga Tionghoa Tabanan juga berharap di tahun baru imlek 2569 ini Indonesia Damai Aman dan Sentosa. Seperti yang diungkapkan oleh Manik, salah satu ibu rumah tangga keturunan Tionghoa asal Tabanan.
 
Wanita paruh baya ini menambahkan seperti biasa kegiatan menyambut tahun baru imlek pada pagi harinya diawali dengan membuat masakan Miswa. Miswa, kata dia adalah sejenis makanan yang khusus dibuat saat hari raya imlek. Setelah itu, baru kemudian melakukan persembahyangan kepada leluhur di rumah dan dilanjutkan ke wihara. 
 
Hal senada diungkapkan oleh Juwito, (46) yang menjaga wihara Dharma Cattra Tabanan.  Pria yang sudah 25 tahun bertugas membersihkan Wihara berharap semua umat rukun bahagia. Selain itu, tambahnya, Negara Indonesia agar tetap damai, aman dan sentosa. Terkait prosesi persembahyangan tahun baru Imlek, Juwito yang berasal dari Jawa Timur ini mengatakan perosesinya sudah dimulai sejak hari Jumat dini hari. 
 
“Puncak hari raya imlek pada Jumat dini hari pukul 00.00, yang ditandai dengan persembahyangan bersama di wihara,” tandasnya. Dia menuturkan untuk persembahyangan saat pergantian tahun dipimpin oleh Liem Sien Lik. Pada malam puncak pergantian tahun itu, umat datang tinggal sembahyang karena sarana persembahyangan sudah disiapkan pihak wihara. (bbn/nod/rob) 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami