Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Harga Pertamax Naik, Biaya Operasional Kendaraan Dinas Buleleng Ikut Terdampak

Rabu, 10 Juni 2026, 22:31 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Harga Pertamax Naik, Biaya Operasional Kendaraan Dinas Buleleng Ikut Terdampak.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026) dipastikan berdampak pada berbagai sektor, termasuk belanja operasional kendaraan dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Meski demikian, Pemkab Buleleng menegaskan pengeluaran BBM kendaraan dinas tetap dilakukan berdasarkan kebutuhan riil atau real cost sesuai penggunaan kendaraan di lapangan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng, Made Suharta, menjelaskan perubahan harga BBM akan berpengaruh terhadap realisasi anggaran operasional kendaraan dinas karena pembayaran dilakukan mengikuti harga yang berlaku saat pengisian bahan bakar.

"Harga Pertamax memang naik turun. Kalau ada kenaikan harga, otomatis menyesuaikan dengan kondisi saat itu. Karena belanja BBM dihitung berdasarkan harga yang berlaku ketika kendaraan melakukan pengisian," ujar Suharta, Rabu (10/6).

Menurutnya, kebutuhan BBM setiap organisasi perangkat daerah (OPD) sebenarnya telah diperhitungkan saat penyusunan anggaran tahunan. Namun realisasi penggunaan anggaran tetap dipengaruhi oleh intensitas penggunaan kendaraan dinas dan perkembangan harga BBM di pasaran.

"Biasanya dari tahun ke tahun sudah ada estimasi kebutuhan. Tetapi realisasinya tetap menyesuaikan penggunaan kendaraan dan harga yang berlaku," katanya.

Suharta menegaskan penggunaan BBM kendaraan dinas tidak dilakukan secara sembarangan karena diawasi melalui mekanisme pertanggungjawaban perjalanan dinas. Setiap pembelian BBM harus dilengkapi dokumen pendukung berupa surat tugas maupun undangan resmi.

Selain itu, jumlah BBM yang dibeli juga disesuaikan dengan jarak tempuh perjalanan yang dilakukan. Sebagai contoh, kendaraan dinas yang digunakan menghadiri kegiatan di Denpasar akan memperoleh alokasi BBM sesuai kebutuhan perjalanan menuju lokasi tujuan.

"Kalau ada perjalanan dinas, kebutuhan BBM dihitung sesuai tujuan perjalanan. Semua harus dilengkapi surat tugas atau undangan sebagai bagian dari pertanggungjawaban penggunaan anggaran," jelasnya.

Di lingkungan Dinas Kominfosanti Buleleng sendiri terdapat empat kendaraan operasional yang menggunakan BBM jenis Pertamax. Sementara kendaraan kepala dinas mayoritas menggunakan BBM jenis Dexlite.

Kenaikan harga Pertamax juga mulai dirasakan masyarakat. Salah seorang pengguna Pertamax di Buleleng, Marcelina (33), mengaku harus menyiapkan anggaran lebih besar untuk memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Warga Kelurahan Sukasada tersebut mengatakan sebelumnya dana Rp50 ribu masih cukup untuk menunjang aktivitas hampir selama sepekan. Namun setelah harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter, jumlah BBM yang diperoleh berkurang dan hanya cukup digunakan selama tiga hingga empat hari.

"Kenaikan harga ini sangat terasa. Pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari sudah meningkat, sekarang biaya BBM juga ikut naik. Sementara gaji juga tak kunjung naik," keluhnya.

Marcelina berharap harga Pertamax dapat kembali turun sehingga tidak semakin membebani pengeluaran masyarakat yang saat ini juga menghadapi kenaikan berbagai kebutuhan pokok.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami