Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
India Batasi Festival Keagamaan, Khawatir Gelombang 3 Covid-19
BERITABALI.COM, DUNIA.
Festival keagamaan besar yang menarik segerombolan orang mulai pekan ini dibatasi di India sebagai antisipasi gelombang ketiga COVID-19 telah memasuki Mumbai.
Pemerintah negara bagian dengan 1,3 miliar penduduk, yang menyaksikan lonjakan infeksi COVID-19 yang menghancurkan pada bulan April hingga Mei memutuskan untuk membatasi pertemuan massal.
“Gelombang ketiga bukan tidak akan datang, itu sudah ada di sini,” ujar Wali Kota Mumbai, Kishori Pednekar pada Selasa 7 September 2021.
“Kita dapat merayakan festival nanti. Mari kita prioritaskan kehidupan dan kesehatan warga kita terlebih dahulu,” tambah Uddhav Thackeray, kepala menteri negara bagian barat Maharashtra, di mana Mumbai adalah ibu kotanya.
Ia menyampaikan hal tersebut jelang festival Hindu Ganesh Chaturthi selama 11 hari yang dimulai pada hari Jumat.
Melansir dari laman Al Jazeera, Jumat (10/9/2021), gelombang COVID-19 terakhir membanjiri rumah sakit India dan diketahui telah menewaskan lebih dari 200.000 orang.
Hal itu terjadi setelah salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia, Kumbh Mela, yang menghadirkan sekitar 25 juta peziarah Hindu.
Pertemuan tersebut, rapat umum besar pemilihan negara bagian, dan varian virus Delta yang menular menjadi pemicu lonjakan COVID-19, menurut para ahli.
Pihak berwenang mengatakan lonjakan kasus belakangan ini di negara bagian selatan Kerala setelah festival Onam pada bulan Agustus seharusnya menjadi peringatan.
Namun, kerumunan orang masih tetap memadati pasar di Maharashtra dan negara bagian lain dalam beberapa hari terakhir, mengabaikan peringatan yang diberikan.
Pemerintah negara bagian akan membatasi ketinggian patung dewa berkepala gajah, Ganesha, untuk mengurangi jumlah umat yang membawanya selama festival. Pawai pada hari pertama dan terakhir festival akan dilarang.
Pembatasan pergerakan dan kegiatan diperkirakan akan dikenalkan minggu ini karena kasus meningkat di kota besar Maharashtra lainnya, yakni Nagpur.
Di negara bagian tetangga, Karnataka, jam malam akan tetap diberlakukan dan distrik-distrik yang memiliki tingkat tes positif COVID-19 lebih tinggi akan dilarang mengadakan perayaan Ganesha.
Menteri Kesehatan Karnataka, K Sudhakar, mengatakan pada AFP bahwa para pejabat pun khawatir pada pembukaan kembali sekolah menengah atas dapat meningkatkan jumlah kasus.
Viti Kumar, seorang penduduk Lucknow di negara bagian utara Uttar Pradesh, mengutarakan bahwa ia khawatir orang-orang akan lengah saat festival.
“Saya tidak dapat mengambil risiko dengan putri saya. Syaa tidak akan mengirimnya ke sekolah,” katanya pada AFP.
Negara bagian selatan Tamil Nadu telah melarang perayaan festival publik, sementara negara bagian timur Bengal Barat diperkirakan akan memberlakukan pembatasan pada 9 hari perayaan Durga Puja di bulan Oktober.
India adalah negara kedua dengan kasus tertinggi di dunia dengan lebih dari 33 juta infeksi dan 441 ribu kematian akibat COVID-19.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 2576 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1264 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 907 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 828 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 654 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun