Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Indonesia Diharapkan Mampu Menjadi Teladan Implementasi KNPDB.
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Indonesia diharapkan mampu menjadi teladan dalam implementasi Kerangka Nasional Penanganan Darurat Bencana (KNPDB). Indonesia juga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi negara-negara di dunia dalam upaya penyusunan KNPDB. Harapan tersebut disampaikan Duta Besar Selandia Baru Trevor Matheson saat menyerahkan dokumen KNPDB kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei pada Rabu (21/2) di Sidang Komisi II di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali.
[pilihan-redaksi]
Dokumen KNPDB merupakan dukungan Pemerintah Selandia baru terhadap penanggulangan bencana di Indonesia. KNPBD yang biasa dikenal dengan National Disaster Response Framework (NDRF) dalam implementasinya berbentuk kerjasama kemitraan dan sekaligus upaya pembelajaran kompleksitas riil penanganan bencana.
Duta Besar Trevor mengungkapkan Indonesia sebagai negara kepulauan akan memiliki tantangan besar dalam mengimplementasikan upaya penanganan bencana. “Sebab Indonesia adalah negara nusantara terbesar, yang membentang dengan beragam budaya dan lanskap geografi yang kompleks dan berbentuk pemerintahan desentralisasi. Pastilah bukan suatu tugas mudah untuk mengkoordinasi beragam organisasi dalam melakukan penanganan darurat.” papar Trevor
[pilihan-redaksi2]
Koordinator penyusunan KNPDB Sugeng Triutomo mengatakan bahwa hanya ada tiga negara yang memiliki kerangka semacam ini, yaitu Amerika Serikat, Kanada dan Selandia Baru. Inti dari kerangka adalah siapa melakukan apa dan bagaimana mekanismenya. Hal ini disebabkan karena penanganan darurat sarat multisektor, multipihak, dan multibahaya membutuhkan koordinasi dan komando. “Kerangka ini diperlukan untuk menjawab fungsi koordinasi dan komando dalam penanganan darurat bencana.” ujar Triutomo
Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan bahwa prinsip penyusunan kerangka ini untuk acuan penanganan dan untuk penyusunan petunjuk operasional. “Kerangka ini penting, di dalamnya ada boks-boks yang diatur secara jelas siapa yang memiliki tanggung jawab tertentu sehingga adanya framewok ini tidak ada tabrakan satu sama lain” kata Rampangilei
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 1705 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1203 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 900 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 822 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 617 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun