Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Insan Pramuka Wajib Jadi Agen Perubahan Perilaku
BERITABALI.COM, BULELENG.
Insan Pramuka diwajibkan untuk menjadi duta dan agen perubahan perilaku untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Ketua Gerakan Pramuka Daerah (Kwarda) Bali, I Made Rentin mengaku telah mengeluarkan surat imbauan dan penegasan bahwa semua komponen Pramuka di Bali harus ikut serta mengambil peran berpartisipasi membantu Satgas Covid-19 dan pemerintah daerah untuk menjadi agen perubahan perilaku, untuk merubah sikap dan perilaku masyarakat agar taat pada protokol kesehatan.
“3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan ditempat air yang mengalir selama 20 detik. Itu yang harus dikampanyekan kepada masyarakat,” ujar Rentin saat melkaukan pelantikan pengurus Gerakan Pramuka Kabupaten Buleleng Rabu (2/12).
Rentin mengatakan pemerintah sudah berupaya keras melakukan berbagai upaya untuk memutus penyebaran Covid-19 serta melibatkan berbagai pihak untuk merbah sikap dan perilaku masyarakat ditengah pandemic Covid-19.
“Kemana-mana, kami terus kampanyekan 3M.” tegasnya.
Menurut Rentin jumlah anggota Pramuka di Seluruh Bali sangat banyak, itu menjadi potensi besar untuk ikut ambil peran menangani covid-19 dari sisi edukasi kepada masyarakat. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4244 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1447 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 944 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 876 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 767 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun