Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Inspiratif, Di tangan Bu Dewi Terong dan Pare Diubah Jadi Kripik
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Seorang ibu rumah tangga asal Banjar Kreteg, Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem bernama Ni Luh Putu Dewi Aryaningsih membuat camilan kripik dari bahan tak biasa.
Di saat kebanyakan kripik dibuat dari bahan dasar Nangka, Kacang dan daun bayam, Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai seorang pengabdi di bagian tata usaha SMP Negeri 1 Bebandem ini malah mengolah terong dan pare menjadi kripik.
Usaha sampingannya ini mulai digelutinya sejak 2,5 tahun terakhir, berniat untuk menambah penghasilan, Luh Dewi mencoba untuk membuat kripik dari bahan-bahan sayur yang ada didapurnya.
"Kebetukan saat itu ada terong dan pare lalu saya coba untuk dibikin kripik," tutur Dewi kepada media ini.
Kini dalam sehari, Dewi memproduksi puluhan bungkus kripik Terong dan Pare yang dipasarkannya diseputaran Desa Sibetan. Tak hanya Pare dan Terong, Dewi juga membuat kripik dari bahan dasar Pepaya.
"Sekali produksi sekilo terong dan pare masing masing jadi sekitar 20 bungkus, untuk pepaya ya lumayan banyak," ujarnya.
Untuk satu bungkus kripik, dijual dengan harga Rp.5 ribu perkemasannya. Dalam pendistribusiannya sendiri, Luh Dewi melakukan sendiri mengirim langsung ke warung - warung.
Meski cukup inspiratif, namun usaha sampingannya itu belum bisa berkembang secara luas, pasalnya untuk menyentuh pasar hingga ke minimarket Dewi harus mengantongi IRT dan saat ini belum bisa diproses.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1455 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1102 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 947 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 840 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik