Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Invasi Rusia di Ukraina, Giliran New York Dibombardir
BERITABALI.COM, DUNIA.
Setidaknya tiga orang terluka buntut serangan Rusia di New York, sebuah kota di bagian Republik Rakyat Donetsk, Ukraina.
Gubernur militer New York Ukraina, Vadim Filashkin, melaporkan dua bom udara Rusia menghantam bangunan tiga lantai dan sebuah roket menghancurkan pintu masuk hingga menyebabkan bangunan itu runtuh.
Tiga orang pun terluka dalam serangan tersebut. Sementara lima orang lainnya terkubur di bawah puing-puing bangunan.
Militer Rusia sejauh ini belum memberikan keterangan mengenai serangan tersebut.
New York adalah kota yang terletak tepat di garis depan perang Rusia dan Ukraina. Kota ini berada di barat Gorlovka dan di utara Donetsk.
Dilansir dari Russia Today, New York didirikan pada 1859 oleh sekelompok Protestan Mennonite dari Jerman. Selama masa Uni Soviet, nama kota itu diganti menjadi Novgorodskoe (New City). Namun, pada medio 2021, nama lama kota tersebut dipulihkan kembali.
Pada 2014, Kota New York berada di bawah kendali Donetsk. Donetsk kala itu mendeklarasikan kemerdekaan dari Ukraina setelah melancarkan kudeta yang didukung Amerika Serikat.
Tiga bulan setelah itu, New York direbut oleh militer Ukraina. Kota tersebut terus berada di bawah kendali Kyiv sejak itu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3134 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1293 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 831 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 667 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun