Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 13 Mei 2026
Investor Italia Ditolak Bupati
Gilimanuk
Minggu, 26 Juli 2009,
19:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Seorang investor Italia terpaksa harus menelan ludah lantaran keinginannya menanamkan modal di Teluk Gilimanuk ditolak mentah-mentah Bupati Jembrana, I Gede Winasa. Pasalnya, investor tersebut ingin membangun villa terapung di tengah Teluk Gilimanuk.
Winasa melalui Sekkab Jembrana, I Gede Suinaya membenarkan adanya tawaran dari investor asal Italia yang ingin mengembangkan pariwisata di Teluk Gilimanuk.
Menurut Suinaya, keinginan investor tersebut terpaksa ditolak lantaran ingin membangun villa terapung karena dapat mengancam keanekaragaman hayati yang selama ini menjadi daya tarik utama di Teluk Gilimanuk.
"Sepanjang tidak melanggar lingkungan, silahkan boleh menanamkan modalnya disana. Namun ternyata pihak investor meminta membangun villa apung di tengah teluk. Tetapi apabila ada pelanggaran Pemkab akan menolak,"tegasnya.
Imbuh Suinaya, sejatinya Pemkab menginginkan agar investor tersebut mengembangkan bekas Hotel Nusantara yang sebelumnya menjadi sengketa. Namun saat ini telah sepenuhnya menjadi hak Pemkab Jembrana.
"Pak Bupati tidak mengijinkan pembangunan villa terapung itu. Kalau mengembangkan bekas hotel itu oke, baru dikembangkan ke tempat lain. Kalau di tengah teluk kan mengganggu aktivitas wisatawan," terangnya.
Penolakan tersebut didukung oleh salah satu anggota DPRD, Putu Budi Wihantara. Saat dihubungi Minggu (26/9), Budi mengatakan pada prinsipnya sah-sah saja investor menanamkan modal di Gilimanuk. Namun, kata Budi, pembangunan villa apung di tengah teluk, terlebih dahulu haruslah disesuaikan dengan aturan main di pemerintahan.
"Perlu sejumlah kajian. Jangan profit oriented saja tapi perlu juga berorientasi pada adat, budaya, estetika dan lainnya," tandasnya. (dey)
Winasa melalui Sekkab Jembrana, I Gede Suinaya membenarkan adanya tawaran dari investor asal Italia yang ingin mengembangkan pariwisata di Teluk Gilimanuk.
Menurut Suinaya, keinginan investor tersebut terpaksa ditolak lantaran ingin membangun villa terapung karena dapat mengancam keanekaragaman hayati yang selama ini menjadi daya tarik utama di Teluk Gilimanuk.
"Sepanjang tidak melanggar lingkungan, silahkan boleh menanamkan modalnya disana. Namun ternyata pihak investor meminta membangun villa apung di tengah teluk. Tetapi apabila ada pelanggaran Pemkab akan menolak,"tegasnya.
Imbuh Suinaya, sejatinya Pemkab menginginkan agar investor tersebut mengembangkan bekas Hotel Nusantara yang sebelumnya menjadi sengketa. Namun saat ini telah sepenuhnya menjadi hak Pemkab Jembrana.
"Pak Bupati tidak mengijinkan pembangunan villa terapung itu. Kalau mengembangkan bekas hotel itu oke, baru dikembangkan ke tempat lain. Kalau di tengah teluk kan mengganggu aktivitas wisatawan," terangnya.
Penolakan tersebut didukung oleh salah satu anggota DPRD, Putu Budi Wihantara. Saat dihubungi Minggu (26/9), Budi mengatakan pada prinsipnya sah-sah saja investor menanamkan modal di Gilimanuk. Namun, kata Budi, pembangunan villa apung di tengah teluk, terlebih dahulu haruslah disesuaikan dengan aturan main di pemerintahan.
"Perlu sejumlah kajian. Jangan profit oriented saja tapi perlu juga berorientasi pada adat, budaya, estetika dan lainnya," tandasnya. (dey)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1240 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 964 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 795 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 723 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026