Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Israel Ingin Musnahkan Hamas, Sebut Jadi Perang Terakhir di Gaza
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan pada Minggu (22/10) perang melawan Hamas bisa berlangsung selama 'berbulan-bulan' dan dia bilang itu adalah yang terakhir bagi kelompok militan Gaza.
Gallant meningkatkan perang kata-kata dengan Hamas saat dia berbicara kepada pasukannya yang sudah berkumpul dan bersiap menginvasi melalui darat ke wilayah Palestina.
Israel sedang menyiapkan serangan balasan besar buntut agresi Hamas ke wilayahnya pada 7 Oktober lalu yang menewaskan sedikitnya 1.400 orang.
"Ini akan memakan waktu satu bulan, dua bulan, tiga bulan dan pada akhirnya tidak akan ada lagi Hamas," kata Gallant di pangkalan angkatan udara yang lokasinya tak disebutkan oleh Kementerian Pertahanan, diberitakan AFP.
"Sebelum Hamas kontak dengan tank kami dan infanteri kami, mereka akan merasakan peluru dari angkatan udara kami," ujar dia.
Dia menambahkan jet tempur Israel 'tahu bagaimana membuat hal itu presisi, kualitatif dan mematikan.
"Ini harus menjadi perang terakhir di Gaza, karena alasan sederhana bahwa tidak akan ada lagi Hamas," kata Gallant.
Israel sudah membombardir Gaza sejak 7 Oktober dan lebih dari 4.600 orang warga Palestina tewas. Ini termasuk 1.873 anak-anak.
Israel berulang kali menyatakan serangannya untuk membasmi Hamas dari Gaza. Serangan udara yang sudah dilakukan menargetkan komandan dan infrastruktur Hamas.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4163 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1417 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 870 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 755 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun