Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Jalan Jembatan Tukad Barak Karangasem Berlubang dan Bergelombang
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pengguna jalan raya nampaknya harus lebih berhati-hati saat melintas di Jembatan Kembar Tukad Barak, Desa Peringsari, Kecamatan Selat, Karangasem.
Pasalnya, kondisi jalan aspal di atas jembatan tersebut telihat bergelombang dan mengelupas. Bahkan terlihat ada lubang yang menganga pada badan jalan di tepi jembatan sebelah timur atau dari arah Amlapura.
"Harus pelan-pelan lewat, kalau ngebut bisa jatuh karena jalan bergelombang dan ada lubangnya juga," kata Kadek Edy salah seorang pemotor yang melintas dijalur tersebut, Jumat (26/5/2023).
Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga, mengingat jalan ini adalah akses utama bagi warga yang hendak bepergian ke wilayah Rendang maupun sebaliknya menuju kota Amlapura. Jalur ini juga akses utama menuju Pura Besakih khususnya bagi pemedek yang melalui jalur Sidemen, maupun yang datang dari arah Kota Amlapura.
Perbekel Desa Peringsari, I Wayan Bawa membenarkan kondisi tersebut saat dikonfirmasi. Ia mengatakan kondisi jalan di jembatan kembar tersebut sudah pernah ditambal namun saat ini kembali bolong.
"Namanya jembatan kembar Tukad Barak, sebenarnya sudah pernah ditambel namun kembali bolong," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4436 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2085 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1550 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1008 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 939 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun