Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, Tamba: Kearifan Lokal Bali Harus Diakomodir
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Calon bupati Jembrana terpilih I Nengah Tamba mengatakan pembangunan jalan tol Gilimanuk – Mengwi ini merupakan rencana yang sudah digagas sejak menjadi anggota DPRD Bali. Dengan pembangunan jalan tol ini, diharapkan bisa memajukan Jembrana.
“Jalan tol ini jangan sampai ditunda, karena bisa memeratakan pembangunan Bali selatan dan Bali barat,” ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi ini diharapkan tidak hanya melihat dari sisi ruas jalan tol yang dibangun. Tetapi juga memperhatikan mengenai aspek lainnya, misalnya mengenai lokasi juga harus memperhatikan aspek estetika, sehingga jalan tol yang dibangun diharapkan bisa menjadi destinasi.
Karena itu, Tamba berharap jalan tol ini tidak merusak alam. Pembangunan jalan tol yang justru merusak alam harus dihindari.
“Jangan sekadar jalan, tetapi justru merugikan,” ungkapnya.
Tamba berharap keterlibatan aktif desa dan camat yang dilintasi jalan tol, agar bisa menyampaikan secara komprehensif pada masyarakat agar tidak ada kesalahan persepsi di masyakat yang nantinya bisa menghambat proses pembangunan jalan tol.
“Karena jalan tol ini sangat penting untuk pemerataan pembangunan Bali,” tegasnya.
Menurutnya, pertemuan yang dihadiri kemarin masih dalam tahap awal yakni, basic desain, sehingga perlu ada masukan dari masyarakat pada pihak konsultan dan pemrakarsa sebelum penentuan lokasi dan pembangunan jalan tol. Pembangunan jalan tol ini harus dicari solusi-solusi untuk kepentingan masyarakat.
Misalnya ada aturan yang bertentangan, harus dicarikan solusi terbaik agar pembangunan jalan tol bisa berjalan sesuai rencana.
Pemaparan dari konsultan dan pemrakarsa mengenai basic desain dinilai sudah sangat baik.
Misalnya ada jalur tempat suci, melasti dan lintasan untuk satwa dan untuk kepentingan masyarakat. Tamba berharap, tempat jalan tol tidak ada menyalahi aturan zona tempat suci.
“Jalan tol yang dibangun memang harus “rasa Bali’. Kearifan lokal di Bali diakomodir,” tegasnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli