Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Jalur Rel Kereta Api di Bali Dipastikan Segera Dibangun
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Proyek jalur rel kereta api di Bali dipastikan akan segera dibangun untuk makin mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi, utamanya dari sektor pariwisata di kawasan Bali Utara.
Adapun kabar tersebut terungkap dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109/2020 tentang Perubahan Ketiga atas Perpres No 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Dalam perpres tersebut dijelaskan bahwa salah satu proyek baru yang bakal dikebut pemerintah adalah penyelenggaraan angkutan massal berbasis rel wilayah Badung–Buleleng.
Selain kereta api di Bali, proyek baru yang bakal digelar pemerintah pusat adalah kereta api ringan (light rail transit), yaitu pembangunan LRT Jakarta International Stadium–Kelapa Gading dan Velodrome–Manggarai.
Dikutip dari Sindonews.com, rencana pembangunan jalur kereta api (KA) di wilayah Bali telah mengemuka sejak 2018 silam. Proyek ini bertujuan untuk mempercepat akses antara Bali Selatan dan Bali Utara. Dengan adanya jalur KA ini, ketimpangan ekonomi di Bali Utara bisa diminimalkan.
Di antara rute yang sempat muncul saat itu adalah dari Desa Mengwitani, Kecamaan Mengwi, Kabupaten Badung hingga Desa Sukasada, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Namun Perpres Nomor 109/2020 belum merinci rute mana saja yang akhirnya disepakati.
Termasuk kapan proyek ini akan dimulai juga belum ada kepastian. Selain KA berbasis rel, proyek kereta yang sempat ramai diwacanakan untuk diterapkan di Bali adalah kereta tanpa rel.
KA canggih ini diproyeksikan akan menghubungkan Bandara Internasional Ngurah Rai dengan kawasan wisata di Sanur. Beberapa investor diketahui tertarik pada proyek KA ini. Di antara opsi kereta yang bakal dijalankan adalah autonomous rail rapid transit (ART).
Berbeda dengan KA umumnya, kereta ART akan berjalan tak di atas rel, tetapi di jalan raya dengan dukungan persinyalan khusus. Investasi ART dianggap lebih irit ketimbang KA biasa yang berbasis rel.
Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri pada Agustus lalu mengungkapkan bahwa pemerintah berencana membuat jaringan kereta yang diharapkan menghubungkan kawasan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan atau yang dikenal dengan sebutan Sarbagita.
Kawasan-kawasan itu dianggap strategis karena memiliki potensi perekonomian yang besar. Sarbagita juga diyakini makin menghidupkan wilayah Bali Utara karena kemudahan akses transportasi makin terjamin.
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan pembangunan jalur berbasis rel seperti yang akan digelar di Badung hingga Buleleng bisa lebih menghemat lahan. Hal itu jika dibandingkan dengan kebutuhan lahan yang diperlukan untuk membangun jalur tol adalah rata-rata lebar minimal 50 meter. Adapun untuk rel hanya butuh 20 meter. Itu pun sudah double track.
Menurut Djoko, pembangunan transportasi umum di Bali lebih baik berbasis rel. Apalagi saat ini untuk wilayah perkotaan, Bali sudah memiliki Trans-Metro Dewata. Tercatat ada 105 bus yang melayani empat rute, salah satunya Terminal Ubung (Denpasar)–Sentral Parkir Monkey Forest (Ubud).
Selama ini pelancong di Bali lebih banyak menyewa motor atau mobil. Djoko memprediksi Trans-Metro Dewata dan kereta ini akan menjadi primadona bagi para pelancong, terutama wisatawan mancanegara.
“Ini dibuka saat pandemi, nanti (setelah pandemi) Trans-Metro itu isinya orang-orang bule. Mereka senang naik itu. Itu yang perkotaan sudah ada yang sampai Ubud. Itu paling jauh,” ujarnya kemarin.
Nanti setelah ada rel, pada tahap awal bisa dilakukan dengan menerapkan subsidi public service obligation (PSO). Cara ini dilakukan untuk merangsang masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. “PSO itu untuk golongan tertentu saja. Kalau sudah tumbuh, komersial saja,” ucapnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8473 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5823 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3649 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2478 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar