Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Jalur Singaraja Gilimanuk Nyaris Macet
Lokapaksa
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ratusan warga Desa Lokapaksa Kecamatan Seririt kembali turun ke jalan melakukan aksi demo menuntut ‘perbekel mesum’ dicopot dengan segera dari jabatannya, bahkan aksi warga dengan memblokir jalan tersebut nyaris memacetkan arus lalu lintas Singaraja Gilimanuk.
Penonaktifan Jabatan Perbekel Desa Lokapaksa I Gusti Made Kusuma Yasa melalui surat Camat Seririt tidak membuat warga Desa Lokapaksa menghentikan aksinya untuk menuntut pencopotan ‘perbekel mesum’ tersebut, bahkan Jumat (13/6), aksi warga nyaris memacetkan jalur Singaraja Seririt dengan memblokir jalur pantura itu di simpang empat pintu masuk Desa Lokapaksa.
Awalnya, ratusan warga yang dikomando Astika berkumpul di depan Kantor Desa Lokapaksa, namun kemudian warga secara spontan memblokir jalan desa dan bergerak hingga simpang empat desa Lokapaksa dengan memblokir dan menutup jalur Pantura, bilamana keinginan warga untuk menggulingkan Perbekel Gusti Made Kusuma Yasa tidak di gubris atau ditanggapi oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lokapaksa.
”Kami hanya ingin, BPD melaksanakan rapat pleno untuk mengusulkan pemberhentian Kusuma Yasa sebagai Perbekel Lokapaksa, sebab Kusuma Yasa tidak layak menjadi Perbekel karena berkelakuan bejat, amoral dan asusila,” ungkap Astika.
Aksi warga dengan memblokir jalan Pantura Bali Utara itu akhirnya dapat dikendalikan setelah Kapolsektif Seririt, AKP, Ketut Naya bersama kekuatan Pasukan Dalmas Sat Samapta berupaya melakukan negoisasi.
”Kita coba redam warga yang ingin menutup jalur Pantura, usaha kita berhasil setalah kita hubungi ketua dan sejumlah anggota BPD Lokapaksa,” ungkap Kapolsektif Seririt, Ketut Naya.
Setelah mendapatkan jawaban BPD Lokapaksa bakal melakukan rapat pleno, warga Desa Lokapaksa akhirnya membubarkan diri dan menurut rencana, Sabtu (14/6) BPD Lokapaksa bersama sejumlah tokoh masyarakat akan menggelar pertemuan secara terbatas. (sas)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 333 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 261 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 214 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun