Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jembrana Perpanjang Status Darurat, Warga Terdampak Banjir Capai 5.299 KK

Kamis, 18 September 2025, 21:07 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Jembrana Perpanjang Status Darurat, Warga Terdampak Banjir Capai 5.299 KK.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi memperpanjang status Tanggap Darurat Bencana pasca banjir besar yang melanda wilayah setempat pada Rabu (10/9).

Awalnya status tanggap darurat berlaku hingga Rabu (17/9/2025), namun kini diperpanjang selama 7 hari hingga Rabu (24/9/2025). Keputusan ini diambil guna mengoptimalkan penanganan dampak bencana yang masih berlangsung.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengatakan ada dua alasan utama di balik perpanjangan status darurat. Pertama, jumlah warga terdampak terus bertambah dan masih membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar.

“Data terakhir, jumlah warga terdampak mencapai 5.299 KK dari sebelumnya sekitar 3.000-an KK. Di Desa Pengambengan saja masih ada 1.973 KK yang belum menerima bantuan sembako. Karena layanan kebutuhan dasar belum tuntas, maka status darurat diperpanjang,” ungkap Agus Artana, Rabu (17/9/2025).

Selain itu, proses pembersihan pasca banjir juga menjadi alasan lain. Sejumlah rumah warga masih dalam tahap pembersihan, sementara material sisa banjir di drainase maupun sungai harus segera ditangani agar tidak menimbulkan masalah baru.

“Kalau pembersihan di sungai tidak segera dilakukan, dikhawatirkan menimbulkan persoalan lain. Proses ini membutuhkan waktu berhari-hari,” jelasnya.

Agus menegaskan, perpanjangan status darurat didasari kondisi lapangan dan kebutuhan warga. Setelah situasi memungkinkan, penanganan akan beralih ke tahap pemulihan, termasuk perbaikan infrastruktur dan rumah warga yang rusak.

Selama masa perpanjangan, dapur umum di Posko Utama BPBD Jembrana tetap disiagakan. Meski tidak lagi melayani masyarakat, dapur umum tersebut dipergunakan untuk kebutuhan konsumsi petugas gabungan yang masih bertugas di lapangan.

“Sebelumnya sempat tidak memasak karena ada bantuan nasi bungkus, kemungkinan besok dapur umum kembali beroperasi menyesuaikan jumlah petugas yang bertugas melakukan pembersihan,” tutup Agus Artana.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami