Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Jenazah WNA Australia Dipulangkan dari Bali Tanpa Jantung, Pemerintah RI Diminta Klarifikasi
bbn/ilustrasi/Jenazah WNA Australia Dipulangkan dari Bali Tanpa Jantung, Pemerintah RI Diminta Klarifikasi.
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kasus jenazah warga negara Australia asal Queensland, Byron Haddow, memicu perhatian publik internasional. Pemuda berusia 23 tahun itu ditemukan meninggal di kolam renang sebuah vila saat berlibur di Bali.
Jenazah Haddow dipulangkan ke Australia setelah empat pekan berada di Indonesia. Namun, hasil autopsi kedua di Queensland mengungkap organ jantungnya tidak ada. Kondisi ini membuat pemerintah Australia meminta klarifikasi resmi dari pemerintah Indonesia.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Australia pada Selasa (23/9) menyatakan pihaknya mendampingi keluarga Haddow melalui layanan konsuler. Namun, mereka enggan membeberkan detail lebih jauh dengan alasan menjaga privasi keluarga.
"Mereka (Kemlu Australia) menghubungi kami dan bertanya apakah kami mengetahui bahwa jantungnya (jenazah Haddow) ditahan di Bali," kata ibu Haddow, Chantal Haddow, kepada AFP.
"Saya pikir ada sesuatu yang tidak beres. Saya pikir ada sesuatu terjadi padanya sebelum ia berada di kolam renang," ia menambahkan.
Pejabat senior Australia di Bali dan Jakarta juga telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada pemerintah Indonesia. Bahkan Konsulat Jenderal Australia di Bali turut menyampaikan kekhawatiran pihak keluarga kepada pihak rumah sakit.
Namun, pihak forensik rumah sakit yang menangani otopsi membantah adanya kesalahan.
"Untuk keperluan forensik, jantungnya diuji dan disimpan saat keluarga memulangkan jenazah," kata dokter Nola Margaret kepada The Sydney Morning Herald, Senin (22/9), dikutip dari AFP.
"Saya telah memberikan hasil autopsi dan penjelasannya kepada keluarga. Mereka telah menerima penjelasan dari saya," ia menambahkan.
CNN Indonesia juga berupaya meminta konfirmasi dari juru bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, terkait nota diplomatik dari Canberra. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5847 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2194 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan