Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Jerinx Sebut Glenn Fredly dan Didi Kempot Seniman Organik yang Langka
BERITABALI.COM, NASIONAL.
I Gede Ari Astina alias Jerinx, Drummer Superman is Dead (SID) mengaku kehilangan dengan meninggalnya Glen Fredly dan Didi Kempot. Bagi Jerinx, Glenn dan Didi dua musisi hebat di Tanah Air.
[pilihan-redaksi]
"Ini memang tahun yang aneh, jadi makin hari makin aneh. Tentang Mas Didi Kempot, ketika istri saya ngasih kabar, saya langsung mikir kenapa harus orang baik," ujar Jerinx SID dalam live Instagram, baru-baru ini.
"Glenn Fredly kita sepakat ya dia orang baik. Dan Didi Kempot juga musisi apa adanya, genuine, organik tidak pakai gimmick dan itu langka. Dan dia berpulang, sedih," kata Jerinx.
Menurutnya, Glen Fredly dan Didi Kempot merupakan musisi yang hebat dan jarang ditemukan di Indonesia. "Seniman organik seperti itu langka di Indonesia," tutur Jerinx.
Seperti diketahui, Didi Kempot meninggal dunia di usia 53 di Rumah Sakit Kasih Ibu, Surakarta Selasa (5/5/2020) sekitar pukul 07.25 WIB. Penyanyi dengan julukan Godfather of Broken Heart ini dikebumikan di TPU Jatisari, Ngawi, Jawa Timur berdekatan almarhum kakaknya, Mamiek Prakoso.
Sedangkan Glenn Fredly meninggal dunia pada 8 Apri 2020. Glenn meninggal karena penyakit meningitis.
Sumber: Suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4134 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1415 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 751 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun