Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Jero Mangku Dihajar Dua Pemuda
Penarukan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang Jero Mangku (pemimpin upacara agama Hindu) dihadang dua pemuda di Jalan Sam Ratulanggi, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, saat akan pulang dari Desa Alas Angker. Tanpa basa basi, 2 pemuda ini kemudian menghajar pemangku ini.
Peristiwa pengeroyokan yang menimpa Jero Mangku Alit Putra Wijaya (57) terjadi pada Minggu (28/9) dinihari, di lintasan Jalan Sam Ratulanggi Singaraja.
Baca juga:
NASA Bagikan Foto Jupiter Pertama JWST
Berdasarkan laporan di Mapolres Buleleng, kedua pelaku diketahui bernama Yudi (30) warga Kelurahan Penarukan dan Nengah (35) warga Desa Sangsit Kecamatan Sawan.
“Kita belum mengetahui secara pasti aksi penghadangan yang disertai dengan pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan dua pemuda terhadap seorang jero mangku ini, sebab tersangka belum diperiksa dan korban sekarang tengah dalam proses pemeriksaan,†ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa.
Sementara dari laporan korban Jero Mangku Alit Putra Wijaya menyebutkan, sebelum peristiwa pemukulan ini terjadi, korban akan pulang ke rumahnya di Jalan Pulau Bali Kelurahan Kampung Baru.
Di pertengahan jalan korban dihadang dua pemuda Yudi dan Nengah. Tanpa basa-basi, Jero Mangku itu dihajar hingga mengakibatkan memar dan rasa sakit pada dahi.
Hingga kini korban mengaku masih belum mengerti kenapa dirinya menjadi korban pemukulan. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 349 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 299 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 224 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun