Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Jokowi, Capres Favorit Kaum Perempuan
jakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) masih cukup tinggi. Bahkan mantan Walikota Solo itu menjadi pilihan utama para kaum perempuan di Indonesia.
Hal ini teruangkap dalam sebuah seminar yang dilaksanakan oleh Alumni FIS (Fakultas Ilmu Sosial) Universitas Indonesia (UI) angkatan 78 yang mengangkat tema "Presiden Pilihan Perempuan" di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2013).
Dalam seminar itu, Alumni FIS UI mengundang 57 perserta perempuan untuk akan menjadi responden dan memilih Capres pilihan mereka.
Dari hasil pemilihan tersebut, nama Jokowi menjadi pilihan pertama dengan perolehan 31 suara.
"Hasil dari seminar presiden pilihan perempuan, hasilnya menunjukan lebih dari 50 pesen memilih Jokowi," ujar Humas FIS UI Angkatan 78, Asri Hadi di Hotel Arya Duta, Sabtu (21/12/2013).
Selain nama Jokowi, ada juga nama Prabowo Subianto (7 suara), Sri Mulyani (6 suara), Jusuf Kalla (5 suara), Megawati dan Aburizal Bakrie (4 suara), dan Mahfud MD (2 suara).
Arsi mengatakan, pemilihan ini dilakukan untuk melihat perseptif perempuan tentang sosok Capres yang akan dipimpin. Namun hasil ini bukan sebuah hasil survei sebab dilakukan secara langsung melalui kuesioner yang diberikan.
"Bahwa perempuan cenderung memilih laki-laki sebagai pemimpin (Capres) daripada perempuan. Acara ini juga ingin melihat perempuan bagaimana mereka ketika diberi alternatif pilihan di Pemilu," imbuhnya.
Sementara itu, Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa mengaku kaget dengan hasil ini. Sebab Jokowi sendiri dinilai tidak memiliki tampilan sebagai Capres 2014.
"Itu menunjukkan bahwa orang tidak menyekat-nyekat berdasarkan ideologi, etnis selain itu penampilan fisik," ujar Ikrar, Sabtu (21/12/2013).
Menurutnya, pilihan perempuan kepada Jokowi didasari atas sosoknya yang dianggap membumi dan tidak seperti pejabat publik lainnya.
"Jokowi itu tidak punya tampang, pake jas saja kedodoran. Dia tidak punya pakaian rapih. Tapi orang sepertinya ini menjadi pilihan karena kehidupannya sama seperti mereka (orang biasa)," tandasnya. [bbn/inilah]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5825 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2562 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2205 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan