Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Jokowi Lebih Dahsyat daripada Megawati
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dinilai lebih menjual dibanding Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Penilaian itu disampaikan Direktur Eksekutif Charta Politik, Yunarto Wijaya, ketika dihubungi, Jakarta, Selasa (4/3/2014). Menurutnya, Jokowi bisa mendongkrak suara partai di Pemilu 2014 ketimbang Megawati. Hal itu menjadi alasan PDIP memilih Jokowi sebagai juru kampanye (Jurkam) nasional dalam pemilu 2014.
"Dalam konteks capres bukan lagi eranya Bu Mega. Alasan utama memilih PDIP karena Jokowi. Jadi bukan eranya Ibu," kata Yunarto. Menurutnya, Mega lebih mampu mempersatukan seluruh kader di internal PDIP. Sedangkan Jokowi sebagai faktor elektoral pendongkrak suara.
Yunarto menilai mantan Wali Kota Solo itu lebih dahsyat dibanding Megawati dalam mempengaruhi pemilih. Sehingga, tidak salah bila Jokowi didaulat sebagai tim inti jurkam nasional untuk PDIP.
"Tetapi di sisi lain, nama besar Bu Mega jadi faktor pemersatu partai. Bu Mega terlihat negarawan. Elemen bangsa menunggu keputusan Bu Mega siapa yang akan maju sebagai capres," jelas Yunarto.
Memang tidak ada larangan bagi Megawati untuk kembali maju sebagai capres 2014. Megawati dapat memanfaatkan beberapa kader-kader muda yang potensial seperti halnya Jokowi.
"Tetapi bukan eranya Bu Mega lagi," ucap Yunarto.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5880 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2583 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2228 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan