Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Jokowi Lebih Dahsyat daripada Megawati
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dinilai lebih menjual dibanding Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Penilaian itu disampaikan Direktur Eksekutif Charta Politik, Yunarto Wijaya, ketika dihubungi, Jakarta, Selasa (4/3/2014). Menurutnya, Jokowi bisa mendongkrak suara partai di Pemilu 2014 ketimbang Megawati. Hal itu menjadi alasan PDIP memilih Jokowi sebagai juru kampanye (Jurkam) nasional dalam pemilu 2014.
"Dalam konteks capres bukan lagi eranya Bu Mega. Alasan utama memilih PDIP karena Jokowi. Jadi bukan eranya Ibu," kata Yunarto. Menurutnya, Mega lebih mampu mempersatukan seluruh kader di internal PDIP. Sedangkan Jokowi sebagai faktor elektoral pendongkrak suara.
Yunarto menilai mantan Wali Kota Solo itu lebih dahsyat dibanding Megawati dalam mempengaruhi pemilih. Sehingga, tidak salah bila Jokowi didaulat sebagai tim inti jurkam nasional untuk PDIP.
"Tetapi di sisi lain, nama besar Bu Mega jadi faktor pemersatu partai. Bu Mega terlihat negarawan. Elemen bangsa menunggu keputusan Bu Mega siapa yang akan maju sebagai capres," jelas Yunarto.
Memang tidak ada larangan bagi Megawati untuk kembali maju sebagai capres 2014. Megawati dapat memanfaatkan beberapa kader-kader muda yang potensial seperti halnya Jokowi.
"Tetapi bukan eranya Bu Mega lagi," ucap Yunarto.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3017 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2069 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2037 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1822 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun