Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Jual Satu Bangku Rp 4 Juta
Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
SMAN I Tabanan diduga melalukan pelanggaran Perda Pendidikan yang baru saja disahkan Pemkab Tabanan. Pasalnya SMA Terfavorit di gumi Tabanan ini diduga menjual satu bangku dengan harga Rp 4 Juta saat Penerimaan Siswa Baru (PSB).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, bagi calon siswa yang tidak lulus jalur NEM maupun TPA akan dikenai uang bangku Rp 4 Juta. Yang paling parah lagi dari 17 kursi yang masih tersisa, pihak sekolah mentenderkan bagi siapa yang mampu menyumbang paling banyak ia yang akan diterima masuk di SMAN I Tabanan.
Sumber menyebutkan, ia yang mengantongi surat remomendasi dewan dan kepala dinas pendidikan dan olah raga Tabanan untuk bisa menyekolahkan keponakanya di SMAN I Tabanan.
Surat sakti itu dimintanya karena NEM keponakannya 37 tidak diterima di SMAN I, akhirnya ia pun menempuh jalur belakang. Meskipun membawa surat sakti, orang tua keponakanya dipanggil pihak SMAN I dan disepakati menyerahkan uang sukarela (sumbangan) sebesar Rp 2.5 juta.
Namun, di luar sumbangan kesepakatan itu juga berlaku, sumbangan lainnya bagi calon siswa yang masuk lewat ‘jalur belakang’. Yakni menandatangani amplop dengan menuliskan nominal angka sumbangan untuk sekolah.
“Saya menulis angka empat juta dan menandatangani amplop tersebut,”jelasnya. Usai menyerahkan amplop bertuliskan nominal sumbangan, sumber ini lantas pulang untuk menunggu informasi selanjutnya.
Malamnya, sumber ini dihubungi pihak sekolah dan dinyatakan, keponakannya lulus. Atas informasi tersebut, sumber ini lantas mendaftar ulang ke Smasta. Diutarakannya, sistem tender tersebut ternyata, bukan perengkingan berdasarkan NEM siswa, namun berdasarkan nominal angka yang disumbangkan.
“Ada juga teman ponakan saya yang lulus dengan menyumbang sebesar lima juta. Uang itu tidak langsung kita setorkan, namun hanya baru ditulis dalam kertas yang kita tandatangani dimasukkan amplop,” ceritanya. Ditambahkan, selain uang sumbangan itu, juga ada sumbangan sukarela sebesar Rp 2.5 juta.
Kepala SMAN 1 Tabanan, Made Suistana Adi Putra, membantah memungut uang diluar sumabangan sebesar Rp 2,5 Juta. “kami tidak ada memungut uang lainnya, selain uang kesepakatan itu yang 25 juta tersebut,” jelasnya. Ia mengatakan sumbangan Rp 2,5 Juta itu sudah termasuk uang pakaian berdasarkan
kesepakatan orang tua murid. Pihaknya mengaku tidak berani memungut uang investasi awal tahun, sebab telah menerima surat edaran Gubernur Bali tentang pendidikan gratis.
Terkait adanya rekomendasi dari pihak-pihak lain yang ingin memasukan siswa, pihaknya pun mengakui. “Presentasenya itu kecil, kita tetap mengutamakan skala prioritas, berdasarkan NEM,” tegasnya. Dari jatah 224 siswa itu, pihaknya mengatakan masih ada lowong 15 bangku atau siswa. (nod)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3324 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan