Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 20 Agustus 2026
Kabar Duka, Ibu Gading Marten Meninggal Dunia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kabar duka datang dari presenter sekaligus aktor Gading Marten. Sang ibu, Farida Sabtiyastuti meninggal dunia.
Informasi disampaikan secara langsung oleh Gading Marten melalui postingan di Instagram. Mantan suami Gisella Anastasia ini mengatakan, sang ibu wafat di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati.
"Telah berpulang ke rumah Bapa di Surga, mama/eyang/kakak dan saudara kami tercinta, Farida Sabtiyastuti A. Kristijono pada Sabtu, 1 Oktober 2022 pukul 13.57 WIB," demikian postingan Gading Marten.
Gading Marten menjelaskan, jenazah sang ibu akan berada di rumah duka Sentosa, Jakarta Pusat.
"Tertidur di rumah Bapa tempat di mana tidak ada kesakitan dan penderitaan. Kekal lah kenangannya," demikian keterangan dari bintang film Love For Sale ini.
Pihak keluarga juga akan menginformasikan lebih lanjut perihal pemakaman dari ibu Gading Marten.
Baca juga:
Chandra Liow Bantah Ajak Inayma Mati Bareng
Sebagai informasi, Gading Marten merupakan anak dari pernikahan Farida Sabtiyastuti dan Roy Marten. Namun rumah tangga sang aktor harus berakhir setelah keduanya memiliki empat anak termasuk Gading Marten.
Roy Marten kemudian menikah dengan Model Anna Maria pada 1 April 1985. Dari pernikahan ini, keduanya dikaruniai dua anak.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4590 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2397 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2055 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1653 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1093 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun