Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Kaki Pendaki Gunung Agung Terkilir, Begini Evakuasinya
Ikuti Upacara Mulang Pekelem di Gunung Agung
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Usai mengikuti Upacara Mulang Pekelem di Puncak Gunung Agung, seorang pemedek Andi (22) memgalami kaki terkilir saat menuruni lereng Gunung pada Rabu (20/10/2021).
Kejadian ini dibenarkan oleh Koordintor Pos SAR Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana saat dikonfirmasi. Ia menjelaskan, awalnya sebanyak 182 orang melakukan pendakian ke puncak Gunung Agung melalui jalur Pura Pasar Agung dalam rangka Upacara Mulang Pakelem pukul 01.00 Wita dini hari.
"Nah pada saat turun, satu orang pemedek dilaporkan mengalami cedera kaki, dan kami langsung bergerak melaksanakan evakuasi, " ujarnya.
Setelah mendapat laporan, Pos SAR Karangasem langsung bergerak dengan menerjunkan 6 orang anggota Tim Rescue dan langsung bergabung bersama Tim SAR Gabungan pada pukul 15.50 WITA. Setelah naik, tim kemudian menemukan posisi target di ketinggian 1.962 Mdpl.
Proses evakuasi sendiri terbilang berjalan cukup lancar, meski masih sulit berjalan, dengan dipapah oleh tim rescue, target akhirnya berhasil dibawa turun secara perlahan.
Setelah sekitar 1,5 jam proses evakuasi berlangsung, sekitar pukul 17.00 WITA, tim dan target berhasil tiba dibawah dengan selamat. Selanjutnya korban langsung dibawa menuju Puskesmas Selat, menggunakan ambulance untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1569 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1182 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1030 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 908 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah