Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Kampus STIKES Bungkulan Jalan Terus
BERITABALI.COM, BULELENG.
Adanya konflik berkepanjangan antara STIKES Majapahit Bungkulan dan STIKES Jlan Pramuka, akhirnya membuat Ketua STIKES Majapahit Bungkulan, Made Sundayana, angkat bicara. Menurutnya konflik terus sudah selesai dengan adanya pemecatan oleh yayasan kepada Sunjaya.
[pilihan-redaksi]
Gugatan tersebut berawal ketika penggugat (Sunjaya) kalah dalam pemilihan Ketua STIKES Majapahit Singaraja, yang dimenangkan oleh Sundayana.
"Saya menjadi Ketua STIKES dengan SK resmi bernomor: 003II.B/SK-KY/2009," ujarnya.
"Itu masalah pribadi beliau dengan Yayasan dan saya selaku pemenang suksesi pada 2009 silam," tutur Sundayana.
Sehingga menurutnya hal ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan STIKES Majapahit di Singaraja.
Dengan jumlah mahasiswa 262 orang STIKES Majapahit Bungkulan terus beroperasi dengan mengantungi izin dari Kementrian Pendidikan Nasional Nomor: 4951/D/T/K-VIII /2010 untuk Prodi Kebidanan dan Izin Nomor: 4952 D/T/K-VIII/2010 untuk Prodi Kebidanan.
Untuk itu Sundayana menghimbau masyarakat untuk tidak terkecoh dengan sikap"pribadi" Sunjaya dengan melakukan penyebaran edaran dan selebaran.
"Izinnya sah dan pengadilan bukan sebagai pemberi izin operasional sebuah lembaga perguruan tinggi, kita taat akan azas dan hokum yang berlaku," pungkasnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 2551 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1261 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 906 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 828 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 654 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun