Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Kapal Karam di Malaysia, 5 PMI Asal Lotim Tewas
BERITABALI.COM, NTB.
Kapal boat mengangkut Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal, karam di perairan Pantai Tanjung Balau, Johor, Malaysia, Rabu (15/12).
Kapal tersebut diduga mengangkut warga Lombok yang ingin bekerja melalui jalur ilegal di Malaysia. Lima pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal asal Kabupaten Lombok Timur dikabarkan tewas.
Kapal karam tersebut terdapat sebanyak 50 orang WNI yang akan menjadi PMI, 11 orang ditemukan meninggal dunia, 14 orang selamat dan 25 orang belum ditemukan.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nusa Tenggara Barat, I Gede Putu Aryadi, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih mencari informasi dan data korban kapal karam tersebut.
“Belum ada data resmi. Kita menunggu dari KJRI sana. Kita tetap berkoordinasi dengan KJRI dan BP2MI,” katanya, Kamis (16/12).
Hingga saat ini Disnakertrans NTB belum menerima informasi resmi soal korban kapal karam berasal dari Lombok.
“Kalau belum ada kejelasan susah. Nanti takut masyarakat, simpang siur informasi,” katanya.
Meski demikian, Aryadi mengatakan sejak jauh hari selalu mengimbau masyarakat untuk tidak menjadi PMI ilegal. Bahkan beberapa kegiatan bersama kepala desa di NTB, selalu ditekankan agar mengawasi warga yang berangkat menjadi PMI ilegal.
“Kayak kasus Lombok Tengah kemarin, keluarganya sendiri tidak tahu dia berangkat,” ujarnya.
Sementara itu berdasarkan data yang diperoleh dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Baru,
lima orang PMI asal Lotim yang meninggal tersebut adalah Alwi, warga Desa Mampe, Kecamatan Jerowaru, Samsudin, warga Desa Pemasah, Kecamatan Erowaru, Dedy Suryadi, warga Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, Yoan Eki Sudiatma, warga Desa Kedongdong Daya, Kecamatan Pringgesela dan Gunawan warga Desa Lenek, Kecamatan Remban Biak, Kabupaten Lombok Timur.
"Ini daftar sementara yang kita dapat," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Lombok Timur H Supardi di Selong, Kamis.
Ia mengatakan dalam musibah kapal karam tersebut terdapat sebanyak 50 orang WNI yang akan menjadi PMI ke Malaysia, tapi kemudian di tengah laut kapalnya mengalami kecelakaan dan karam.
"Tim SAR masih terus melakukan pencarian," katanya.
Ia berharap para korban segera ditemukan dengan selamat dan mayat korban bisa dipulangkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Mudah-mudahan cepat kita dapatkan datanya biar segera mengambil langkah-langkah lebih lanjut," demikian Supardi.
Sebelumnya kasus sama, tiga PMI warga NTB asal Lombok Tengah (Loteng) yang memasuki wilayah Malaysia secara illegal mengalami kecelakaan/kapal karam di dalam perjalanan, pada hari Sabtu (4/12) pukul 6.30 WITA lalu.
Ditemukan 3 orang jenazah tanpa identitas terdampar di pantai di Johor Bahru Malaysia. Kemudian tidak jauh dari ditemukannya jenazah, juga ditemukan dua orang WNI/korban selamat atas nama Zulkifli asal Lombok Timur dan Sarlito asal Kebumen Jateng.
Hasil identifikasi dari otoritas setempat menginformasikan, bahwa tiga jenazah tersebut, terdiri 2 orang warga Desa Barabali dan 1 orang Warga Desa Bodak Lombok Tengah, yang memasuki wilayah Malaysia secara illegal.
Para korban direkrut oleh Zulkifli (korban selamat), dimana Zulkifli ini merupakan mantan PMI Malaysia yang sudah terbiasa keluar masuk wilayah Malaysia melalui jalur tikus (tanpa didukung dokumen).
Para korban sudah dalam proses penanganan aparat setempat berkoordinasi dengan petugas KJRI Johor Bahru.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1364 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1039 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 884 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 784 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik