Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kapal Karam di Malaysia, 5 PMI Asal Lotim Tewas

Kamis, 16 Desember 2021, 14:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Kapal Karam di Malaysia, 5 PMI Asal Lotim Tewas.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NTB.

Kapal boat mengangkut Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal, karam di perairan Pantai Tanjung Balau, Johor, Malaysia, Rabu (15/12). 

Kapal tersebut diduga mengangkut warga Lombok yang ingin bekerja melalui jalur ilegal di Malaysia. Lima pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal asal Kabupaten Lombok Timur dikabarkan tewas. 

Kapal karam tersebut terdapat sebanyak 50 orang WNI yang akan menjadi PMI, 11 orang ditemukan meninggal dunia, 14 orang selamat dan 25 orang belum ditemukan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nusa Tenggara Barat, I Gede Putu Aryadi, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih mencari informasi dan data korban kapal karam tersebut.

“Belum ada data resmi. Kita menunggu dari KJRI sana. Kita tetap berkoordinasi dengan KJRI dan BP2MI,” katanya, Kamis (16/12).  

Hingga saat ini Disnakertrans NTB belum menerima informasi resmi soal korban kapal karam berasal dari Lombok. 

“Kalau belum ada kejelasan susah. Nanti takut masyarakat, simpang siur informasi,” katanya.

Meski demikian, Aryadi mengatakan sejak jauh hari selalu mengimbau masyarakat untuk tidak menjadi PMI ilegal. Bahkan beberapa kegiatan bersama kepala desa di NTB, selalu ditekankan agar mengawasi warga yang berangkat menjadi PMI ilegal.

“Kayak kasus Lombok Tengah kemarin, keluarganya sendiri tidak tahu dia berangkat,” ujarnya.

Sementara itu berdasarkan data yang diperoleh dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Baru, 
lima orang PMI asal Lotim yang meninggal tersebut adalah Alwi, warga Desa Mampe, Kecamatan Jerowaru, Samsudin, warga Desa Pemasah, Kecamatan Erowaru, Dedy Suryadi, warga Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, Yoan Eki Sudiatma, warga Desa Kedongdong Daya, Kecamatan Pringgesela dan Gunawan warga Desa Lenek, Kecamatan Remban Biak, Kabupaten Lombok Timur.

"Ini daftar sementara yang kita dapat," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Lombok Timur H Supardi di Selong, Kamis.

Ia mengatakan dalam musibah kapal karam tersebut terdapat sebanyak 50 orang WNI yang akan menjadi PMI ke Malaysia, tapi kemudian di tengah laut kapalnya mengalami kecelakaan dan karam. 

"Tim SAR masih terus melakukan pencarian," katanya.

Ia berharap para korban segera ditemukan dengan selamat dan mayat korban bisa dipulangkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

"Mudah-mudahan cepat kita dapatkan datanya biar segera mengambil langkah-langkah lebih lanjut," demikian Supardi.

Sebelumnya kasus sama, tiga PMI warga NTB asal Lombok Tengah (Loteng) yang memasuki wilayah Malaysia secara illegal mengalami kecelakaan/kapal karam di dalam perjalanan, pada hari Sabtu (4/12) pukul 6.30 WITA lalu.  

Ditemukan 3 orang jenazah tanpa identitas terdampar di pantai di Johor Bahru Malaysia. Kemudian tidak jauh dari ditemukannya jenazah, juga ditemukan dua orang WNI/korban selamat atas nama Zulkifli asal Lombok Timur dan Sarlito asal Kebumen Jateng.

Hasil identifikasi dari otoritas setempat menginformasikan, bahwa tiga  jenazah tersebut, terdiri 2 orang warga Desa Barabali dan 1 orang Warga Desa Bodak Lombok Tengah, yang memasuki wilayah Malaysia secara illegal. 

Para korban direkrut oleh  Zulkifli (korban selamat), dimana Zulkifli ini merupakan mantan PMI Malaysia yang sudah terbiasa keluar masuk wilayah Malaysia melalui jalur tikus (tanpa didukung dokumen).

Para korban sudah dalam proses penanganan aparat setempat berkoordinasi dengan petugas KJRI Johor Bahru.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/lom



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami