Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Karya di Pura Agung Besakih Nyejer Selama 21 Hari, Ini Jadwalnya
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Panitia Karya telah menetapkan susunan (dudonan) Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih Tahun 2022.
Sesuai dengan dudonan karya, rangkaian Karya Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih tahun 2022 ini dimulai pada 18 Februari 2022 dengan agenda Ngaturang pamiut, negtegang, ngunggahang sunari dan pengrajeg lan pengemit karya.
Lanjut pada tanggal 27 Februari 2022 dilaksanakan tahapan upacara Piuning Mider. Pada tanggal 1 Maret 2022 dilangsungkan upacara Mapepada lan Bhumi Sudha Memben. Setelah itu pada tanggal 2 Marer 2022 dilangsungkan upacara Tawur Tabuh Gentuh dan rangkaian penglemek tawur tabuh gentuh pada 5 Maret 2022.
Setelah itu, dudonan karya pada tanggal 6 Maret 2022 dilaksanakan pemasangan busana pelinggih, kemudian 8 hari setelahnya yaitu pada tanggal 14 Maret 2022 dilaksanakan upacara nuwur tirta lan nedunang ida bhatara.
Pada tanggal 15 Maret 2022 upacara melasti, besoknya tanggal 16 Maret 2022 upacara mepepada memben dan pada 17 Maret 2022 dilaksanakan puncak karya Ida Bahatara Turun Kabeh.
Menurut Bendesa Adat Besakih, Jero Mangku Widiarta saat dikonfirmasi Sabtu (12/02/2022) mengatakan, dalam rangkaian Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh Tahun 2022 ini, ida bhatara akan nyejer selama 21 hari terhitung dari puncak karya.
"Untuk karya tahun 2022 ini ada sedikit perbedaan dari tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2020 dan 2021, ida bhatara nyejer selama 11 hari dari puncak karya, sedangkan Karya saat ini akan berlangsung selama 21 hari tujuannya agar bisa mengatur waktu," kata Jero Mangku Widiarta saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, dengan waktu yang lebih lama tersebut pihaknya ingin mengantisipasi kepadatan pemedek yang akan sembahyang ke Pura Agung Besakih, sehingga diharapkan dengan waktu yang lebih lama tersebut, nantinya para pemedek bisa mengatur waktu sembahyang agar tidak membludak.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4247 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1447 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 944 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 877 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 768 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun