Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kasus DBD di Gianyar Tembus 260, Sukawati Tertinggi

Jumat, 22 Mei 2026, 17:32 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Kasus DBD di Gianyar Tembus 260, Sukawati Tertinggi.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gianyar masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan rekapitulasi Januari hingga April 2026, tercatat sebanyak 260 kasus DBD tersebar di seluruh wilayah Gianyar tanpa adanya kasus kematian.

Data menunjukkan tren peningkatan kasus setiap bulan. Pada Januari tercatat 49 kasus, Februari meningkat menjadi 55 kasus, Maret mencapai 72 kasus, dan April kembali naik menjadi 84 kasus. Sementara hingga pertengahan Mei tercatat 23 kasus DBD.

Wilayah kerja Puskesmas Sukawati I menjadi penyumbang kasus tertinggi selama periode tersebut dengan total 62 kasus. Desa Kemenuh menjadi wilayah paling dominan dengan 22 kasus, disusul Desa Sukawati sebanyak 15 kasus.

Selain itu, Puskesmas Ubud I juga mencatat angka tinggi dengan total 44 kasus, di mana Kelurahan Ubud mencapai 13 kasus dan Desa Petulu sebanyak 12 kasus.

Di wilayah Puskesmas Blahbatuh I tercatat total 25 kasus, dengan Desa Keramas menjadi yang tertinggi sebanyak 7 kasus dan Desa Bona sebanyak 6 kasus. Sementara Puskesmas Gianyar I mencatat 19 kasus, terbanyak berasal dari Kelurahan Gianyar sebanyak 7 kasus.

Puskesmas Ubud II mencatat total 18 kasus dengan Desa Singakerta sebanyak 9 kasus dan Desa Kedewatan sebanyak 8 kasus. Sedangkan Puskesmas Payangan menjadi wilayah dengan kasus paling rendah, hanya tercatat 1 kasus di Desa Buahan Kaja.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh fase kritis penyakit DBD. Menurutnya, banyak pasien merasa sembuh ketika demam mulai turun, padahal kondisi tersebut justru menjadi fase paling berbahaya.

“Pada fase kritis, risiko kebocoran plasma, penurunan trombosit, hingga perdarahan dapat meningkat drastis. Masyarakat harus segera datang ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala DBD,” ujarnya, Kamis (21/5).

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, nyeri di belakang mata, mual, muntah, muncul bintik merah, hingga nyeri perut hebat dan muntah terus-menerus.

Untuk menekan penyebaran kasus, Pemerintah Kabupaten Gianyar terus menggencarkan Gerakan Pencegahan Antisipasi Lonjakan DBD melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Seluruh perbekel dan lurah diminta aktif menggerakkan masyarakat melakukan pengurasan tempat penampungan air, menutup wadah air, mendaur ulang barang bekas, hingga melakukan pemeriksaan jentik secara berkala.

Dinas Kesehatan Gianyar juga melakukan berbagai langkah pengendalian seperti penyelidikan epidemiologi, fogging fokus, pengadaan larvasida, promosi kesehatan, serta penguatan gerakan PSN di lingkungan masyarakat.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami