Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 3 November 2026
Kasus Tilang Berujung Kematian, Polda NTB Periksa 14 Saksi
Jumat, 13 September 2019,
21:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Lombok. Polda NTB memeriksa 14 orang saksi, atas dugaan penganiayaan yang dilakukan polisi, hingga menyebabkan meninggalnya Zainal Abidin, 29 tahun, warga Dusun Tanjung Paok Motong, Kecamatan Masbagik, pelanggar lalulintas di wilayah hukum Polres Lombok timur, Kamis (5/9) lalu.
[pilihan-redaksi]
Dari 14 saksi yang diperiksa, sudah mengarah ke tersangka dan sedang diproses di Direktorat Reserse Kriminal Umum, karena sudah mengarah ke tindakan pidana. Sebelumnya para terduga telah menjalani pemeriksaan di Unit Propam. Jika dari bukti-bukti yang dikumpulkan ternyata bersalah, para petugas kepolisian ini terancam sanksi kode etik, melanggar disiplin dan tindak pidana.
Dari 14 saksi yang diperiksa, sudah mengarah ke tersangka dan sedang diproses di Direktorat Reserse Kriminal Umum, karena sudah mengarah ke tindakan pidana. Sebelumnya para terduga telah menjalani pemeriksaan di Unit Propam. Jika dari bukti-bukti yang dikumpulkan ternyata bersalah, para petugas kepolisian ini terancam sanksi kode etik, melanggar disiplin dan tindak pidana.
Adapun penganiayaan hingga berujung meninggalnya Zainal Abidin warga sipil ini terjadi, menurut Kapolda NTB, Irjenpol Drs Nana Sudjana AS MM karena adanya solidaritas, hingga menyebabkan jiwa 'Korsa' atau daya juang militer sebagai korps kepolisian muncul.
"Ini kan dinas gabungan, sedang piket saat itu lagi. Karena melihat ada rekannya dipukul, timbul rasa solidaritas, sehingga ikut memukul. Ada jiwa korsa karena ada rekannya dipukul," kata Kapolda, saat jumpa pers, Jumat (13/9) di lapangan Gajah Mada Polda NTB.
Terkait institusi selain Satlantas Polres Lotim, sebagai terduga penganiayaan. Sesuai rilis Humas Polda NTB tentang kronologi kejadian dugaan pengeroyokan warga sipil oleh kepolisian. Setelah bergumul dengan empat polisi di Satlantas Polres Lotim, almarhum lanjut dibawa ke unit Reskrim untuk menjalani pemeriksaan. Namun keterangan polisi saat diperiksa, almarhum terjatuh dari kursi dan tidak sadarkan diri. Lanjut dibawa ke rumah sakit.
Dan beberapa waktu setelah ditangani tim medis, Zainal Abidin akhirnya meninggal. Keterangan Kapolda, dugaan sementara yang terlibat aksi penganiayaan selain Lantas, juga ada dari Reskrim dan Provost.
"Tapi lebih banyak dugaan dari Lantas pelakunya. Apa peran masing-masing dari 14 saksi ini, kami masih melakukan pendalaman," ujar Kapolda.
[pilihan-redaksi2]
Diakui usai almarhum 'dilumpuhkan', lanjut diserahkan ke Reskrim, kondisi Zainal Abidin masih segar. Namun sekeluarnya dari ruang Reskrim itu, almarhum sempoyongan, kemudian dirujuk ke rumah sakit ."Ini kan proses, ada tahapan- tahapannya," papar Nana Sudjana.
Diakui usai almarhum 'dilumpuhkan', lanjut diserahkan ke Reskrim, kondisi Zainal Abidin masih segar. Namun sekeluarnya dari ruang Reskrim itu, almarhum sempoyongan, kemudian dirujuk ke rumah sakit ."Ini kan proses, ada tahapan- tahapannya," papar Nana Sudjana.
Kapolda membantah adanya upaya intimidasi pada keluarga almarhum Zainal Abidin. Pun soal informasi keluarga, bahwa saksi kunci, Ikhsan Juni Saputra, 19 tahun, keponakan korban yang mengantar ke Polres Lotim, sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya. Kapolda mengatakan kalau saat ini kondisi saksi kunci sedang stress, karena terus menerus ditemui dan diwawancara oleh wartawan.
Tentang upaya otopsi terhadap jenazah Zainal Abidin, Kapolda menegaskan kalau kepolisian sudah berkali-kali menawarkan. Namun pihak keluarga almarhum menolak karena alasan kasihan dan menerima kematian Zainal Abidin dengan ikhlas. (bbn/lom/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 550 Kali
04
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 405 Kali
05
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 404 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026