Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Longsor Pelaga, BPBD Bali Minta Pengelola Wisata Siaga

Senin, 2 November 2026, 22:55 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemprov Bali/Longsor Pelaga, BPBD Bali Minta Pengelola Wisata Siaga.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Menyusul longsor yang menghanyutkan bangunan glamping di Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali meminta masyarakat dan pengelola wisata meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.

Longsor terjadi pada Minggu (1/11/2026) malam setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Dua penghuni Room 6 yang diduga hanyut terbawa arus sungai masih belum ditemukan hingga Senin (2/11/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan memperhatikan potensi bahaya di lingkungan sekitar. Warga juga diminta mengikuti informasi peringatan dini dari berbagai kanal.

"Pengelola objek wisata dan fasilitas umum agar melakukan kesiapan penuh," ujar Teja, Senin (2/11/2026).

Pengelola wisata dan fasilitas umum diminta memantau peringatan dini serta perkembangan situasi, sekaligus menyiapkan prosedur evakuasi di lingkungan masing-masing.

Teja juga meminta pemerintah terkait melakukan pemeliharaan gorong-gorong dan infrastruktur air, memperbaiki tata kelola sampah dan sungai, serta menyiapkan personel, peralatan, dan pembiayaan darurat.

Berdasarkan laporan Polsek Petang kepada Kapolres Badung, longsor terjadi sekitar pukul 23.00 WITA di area penginapan Glamping Pelaga Eco Park yang berada di tepi sungai. Hujan deras mengguyur kawasan itu sejak pukul 15.00 WITA hingga malam hari.

Resepsionis penginapan, Devidson Daniel Wadoe, mengaku mendengar teriakan minta tolong dari tamu Room 2 dan Room 3. Saat mengecek area bawah, bangunan Glamping Room 6 sudah tidak berada di tempat dan diduga hanyut terbawa arus sungai.

Sekitar pukul 23.20 WITA, longsor susulan merobohkan bangunan Room 3, Room 4, dan Room 5. Pengelola kemudian meminta seluruh tamu mengungsi ke area restoran dan menyiapkan tempat tidur alternatif.

Dari 23 tamu yang menginap, termasuk enam warga negara asing (WNA), sebanyak 21 orang berhasil dievakuasi. Dua penghuni Room 6 masih belum ditemukan, yakni Bangkit Mubarok, WNI laki-laki berusia sekitar 27 tahun, dan seorang WNA laki-laki berusia sekitar 40 tahun yang identitasnya belum diketahui.

Kapolsek Petang AKP I Putu Darma Santika bersama Camat Petang A. Agung Darma Putra tiba di lokasi sekitar pukul 23.40 WITA. Polisi mendata saksi dan penghuni penginapan serta berkoordinasi dengan BPBD dan tim rescue untuk pencarian korban.

Namun, akses jalan menuju lokasi masih tertutup material longsor sehingga tim rescue belum dapat masuk dan menunggu pembukaan akses.

Polsek Petang memperkirakan potensi longsor susulan dan kenaikan debit air sungai masih ada akibat hujan deras serta kondisi tanah yang labil. Situasi tersebut dinilai dapat membahayakan petugas dan warga di sekitar lokasi.

Polsek Petang merekomendasikan pencarian maksimal bersama BPBD, Basarnas, TNI, pemerintah kecamatan, dan unsur terkait lainnya. Polisi juga menyarankan pembatasan aktivitas warga dan tamu di sekitar lokasi longsor serta bantaran sungai.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jun



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami