Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Kebakaran Pabrik Sandal di Kapuk Muara, 31 Unit Damkar Dikerahkan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kebakaran melanda sebuah pabrik sandal di daerah Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara pada Jumat (15/9). Kebakaran terjadi tepatnya di PT Porto RT 05 RW 04 Nomor 17 Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan.
"Saat ini masih proses pemadaman," kata Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan saat dihubungi.
Satriadi menuturkan peristiwa kebakaran itu dilaporkan oleh warga sekitar pukul 11.29 WIB. Kemudian, upaya pemadaman dilakukan mulai pukul 11.36 WIB.
Ia menambahkan pihaknya telah mengerahkan 31 unit mobil pemadam kebakaran dengan 155 personel. Mereka kini tengah menjinakkan si jago merah yang masih berkobar.
Satriadi mengatakan petugas pemadam mengalami kendala dalam memadamkan api karena bangunan pabrik cukup luas.
"Luas yang terbakar, dan bangunan sudah tidak ideal lagi," katanya.
Ia mengatakan petugas juga terkendala sumber air yang berjauhan dengan lokasi kebakaran. "Sumber airnya pun agak jauh ," ujarnya.
Dalam unggahan instagram @humasjakfire, tampak api dan asap berwarna hitam membubung hingga ke atas bangunan. Sementara itu, terlihat puluhan orang berada di sekitar lokasi menyaksikan kebakaran tersebut.
Sumber : CNN Indonesia
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4436 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2094 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1550 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1008 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 939 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun