Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Keji, Korban Pemerkosaan Dianiaya dan Diarak Warga Desa
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang remaja korban pemerkosaan di distrik Alirajpur, Madhya Pradesh diikat dengan tali, diarak dan dipukuli oleh warga desa. Remaja ini dilaporkan berumur 16 tahun.
Menyadur Times Now News, Rabu (31/3/2021) wanita itu diikat dengan pelaku yang memperkosanya dan mereka dipermalukan oleh warga desa.
Video keji itu viral di media sosial dengan massa ramai-ramai meneriakkan 'Mata Ki Jai' yang artinya 'Hidup Ibu India', menurut laporan di NDTV online.
Pertama-tama warga desa mengikat korban dan pelaku dengan tali dan mengarak mereka di jalanan. Keduanya lantas dipukuli tanpa ampun. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu.
Polisi yang mengetahui peristiwa itu geram dan langsung bertindak. Enam warga desa yang terlibat dalam aksi keji itu ditangkap, termasuk keluarga remaja itu sendiri.
Polisi mengatakan mereka telah mengajukan dua kasus sehubungan dengan insiden tersebut. "Salah satu kasus diajukan terhadap pria berusia 21 tahun yang dituduh memperkosa gadis itu." "Laporan Informasi Pertama (FIR) lainnya diajukan terhadap anggota keluarga gadis dan penduduk desa karena mengaraknya di desa dan memukulinya," katanya.
Terdakwa telah didakwa berdasarkan berbagai bagian KUHP India (IPC) dan ketentuan Undang-Undang Perlindungan Anak dari Pelanggaran Seksual (POCSO).(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 295 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 221 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 184 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun