Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Keluarga Kocong Diproses Imigrasi, Warlok Banyak yang Rindu
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kocong, bocah warga asing yang viral di media sosial kini sedang berurusan dengan Imigrasi. Sebab, ibundanya ternyata overstay di Bali sejak 21 Januari 2024.
Di balik aksinya tanpa baju dan sering keluyuran serta kadang mencuri kelapa, rupanya banyak yang rindu Kocong.
Hal itu diungkapkan oleh pemilik homestay, Gusti Ayu Ratnawati, tempat Kocong tinggal bersama keluarga. "Selama disini ibunya tidak mau menunjukkan paspor ke saya. Saya kasih tinggal sebulan disini. Katanya nanti biar dia berurusan sama petugas kalau ada pemeriksaan identitas," ujar dia, Senin (5/8/2024).
Selama tinggal di home stay wilayah Banjar Tebasaya, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kocong lebih sering dipanggil Jack. "Saya sering panggil anak itu Jack. Kalau Kocong, panggilan dia di luar, karena sering gak pakai baju, naik-naik," ujarnya.
Kata dia, aksi Kocong tidak ada yang dirugikan. "Itu kan anak-anak. Dulu kita juga begitu, naik pohon, itu biasa. Memang pernah dia bawa sabit, kan tidak kriminalitas," jelas dia.
Ketidakhadiran Kocong di Ubud kini justru dipertanyakan oleh kerabatnya. "Banyak yang tanya, dimana Kocong. Banyak yang rindu ternyata," ungkap dia.
Sebagai penyewa homestay, dirinya menganggap keluarga Kocong seperti keluarga. Saat diperiksa di Imigrasi, dirinya sempat menjenguk dan membawakan makanan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 277 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 195 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 179 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun