Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Keluarga Korban Kanjuruhan Disebut Masih Dapat Intimidasi dari Aparat
beritabali.com/cnnindonesia.com/Keluarga Korban Kanjuruhan Disebut Masih Dapat Intimidasi dari Aparat
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pendamping korban Tragedi Kanjuruhan dari KontraS Andy Irfan menyebut keluarga korban masih mendapat intimidasi dari aparat kepolisian. Andy menyebut intimidasi itu bukan dalam bentuk kekerasan fisik, melainkan peringatan berkali-kali yang menyebabkan keluarga takut.
Terbaru, kata Andy, keluarga korban mendapatkan intimidasi itu sebelum berangkat ke Jakarta untuk audiensi dengan Komnas HAM.
"Intimidasi itu tidak secara langsung ya, kalau intimidasi berupa kekerasan memang tidak ada. Secara psikologi itu bagi keluarga korban merupakan bentuk intimidasi ya," kata Andy di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (17/11).
"Ketika imbauan secara intensif akan termaknai sebagai bentuk intimidasi," imbuhnya.
Andy mengungkapkan selain menimbulkan ketakutan kepada keluarga korban, imbauan secara intens juga membuat takut sopir bus yang hendak mengantar Aremania ke Jakarta.
"Ya menghalangi tetapi tidak dengan kekerasan ya, tapi misalnya sejumlah sopir bus hampir membatalkan sewa bus kami. Bentuk-bentuknya begitu. Menimbulkan rasa takut," ujarnya.
Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komnas HAM Uli Parulian Sihombing mengaku menyayangkan ada intimidasi tersebut. Menurutnya, setiap warga harus bebas dari intimidasi.
"Kami coba pelajari dulu, kami akan liat ke depannya," ujarnya.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, rombongan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan tiba di Kantor Komnas HAM pukul 14.38 WIB. Mereka datang dengan menggunakan bus dari Malang.
Puluhan orang tersebut kompak menggunakan tanda pengenal yang mereka kalungi bertuliskan 'Posko Voulenteer' dengan gambar pita hitam.
Pendamping Hukum Tim Gabungan Aremania (TGA), Anjar Nawan Yusky menyebut selain ke Kantor Komnas HAM, keluarga korban juga mendatangi KPAI untuk melakukan audensi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4554 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2360 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2015 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1620 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1065 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun