Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
Keluarga Korban Kanjuruhan Disebut Masih Dapat Intimidasi dari Aparat
beritabali.com/cnnindonesia.com/Keluarga Korban Kanjuruhan Disebut Masih Dapat Intimidasi dari Aparat
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pendamping korban Tragedi Kanjuruhan dari KontraS Andy Irfan menyebut keluarga korban masih mendapat intimidasi dari aparat kepolisian. Andy menyebut intimidasi itu bukan dalam bentuk kekerasan fisik, melainkan peringatan berkali-kali yang menyebabkan keluarga takut.
Terbaru, kata Andy, keluarga korban mendapatkan intimidasi itu sebelum berangkat ke Jakarta untuk audiensi dengan Komnas HAM.
"Intimidasi itu tidak secara langsung ya, kalau intimidasi berupa kekerasan memang tidak ada. Secara psikologi itu bagi keluarga korban merupakan bentuk intimidasi ya," kata Andy di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (17/11).
"Ketika imbauan secara intensif akan termaknai sebagai bentuk intimidasi," imbuhnya.
Andy mengungkapkan selain menimbulkan ketakutan kepada keluarga korban, imbauan secara intens juga membuat takut sopir bus yang hendak mengantar Aremania ke Jakarta.
"Ya menghalangi tetapi tidak dengan kekerasan ya, tapi misalnya sejumlah sopir bus hampir membatalkan sewa bus kami. Bentuk-bentuknya begitu. Menimbulkan rasa takut," ujarnya.
Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komnas HAM Uli Parulian Sihombing mengaku menyayangkan ada intimidasi tersebut. Menurutnya, setiap warga harus bebas dari intimidasi.
"Kami coba pelajari dulu, kami akan liat ke depannya," ujarnya.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, rombongan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan tiba di Kantor Komnas HAM pukul 14.38 WIB. Mereka datang dengan menggunakan bus dari Malang.
Puluhan orang tersebut kompak menggunakan tanda pengenal yang mereka kalungi bertuliskan 'Posko Voulenteer' dengan gambar pita hitam.
Pendamping Hukum Tim Gabungan Aremania (TGA), Anjar Nawan Yusky menyebut selain ke Kantor Komnas HAM, keluarga korban juga mendatangi KPAI untuk melakukan audensi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2208 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2086 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1550 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1432 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli