Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 17 Mei 2026
Keluarga Sandera Israel Desak Pembebasan: Anak Kami Sekarat di Sana
BERITABALI.COM, DUNIA.
Keluarga dari sandera Israel yang hingga kini masih berada dalam penyanderaan kelompok Hamas di Gaza, mengamuk dan menuntut pemerintah Israel segera mengambil tindakan untuk membebaskan para sandera.
Keluarga dan kerabat sandera Israel menerobos masuk ke dalam pertemuan komite keuangan parlemen Israel Knesset. Mereka berteriak dan mendesak pemerintah segera bertindak.
"Anda duduk di sini, sementara anak-anak kami sekarat di sana," kata Gilad Korngold, ayah dari sandera Tal Shoham, dikutip AFP.
Keluarga sandera Israel memang diizinkan masuk ke parlemen untuk berbicara dengan anggota parlemen, dalam beberapa waktu terakhir.
Pada Minggu (21/1), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak persyaratan yang ditetapkan oleh Hamas terkait pembebasan sandera.
"Persyaratan yang diminta oleh Hamas menunjukkan kebenaran sederhana: tidak ada yang bisa menggantikan kemenangan," kata Netanyahu.
Dalam serangan mendadak Hamas ke Israel pada 7 Oktober lalu, para militan menyandera sekitar 250 sandera. Hingga kini diperkirakan masih ada 132 orang yang berada di Gaza.
Sebelumnya Hamas mengajukan dua syarat bagi Israel sebagai imbal balik pembebasan sandera yang ditawan kelompok tersebut.
Syarat yang diajukan Hamas adalah penarikan total pasukan Israel dari Jalur Gaza, dan kembali mengakui Hamas yang memerintah wilayah tersebut.
Netanyahu kemudian menyatakan bahwa memenuhi dua syarat dari Hamas itu sama saja dengan mengabaikan upaya pasukan Israel sia-sia dalam menjalankan operasi militer.
"Kami menolak syarat penyerahan pasukan (Israel) yang diminta Hamas. Kami tidak bisa menjamin keselamatan warga kami jika kami menerima ini," kata Netanyahu seperti dikutip dari Al Jazeera.
"Kami tidak akan bisa membawa pulang sandera dengan selamat dan 7 Oktober mendatang hanya masalah waktu," tuturnya lagi.
Jurnalis Al Jazeera, Hamdan Salhut, melaporkan dari Jerusalem Timur bahwa para kerabat dan keluarga sandera sama sekali tidak didengar oleh pemerintah Netanyahu.
"Mereka dilupakan dan diabaikan. Ada pula silang pendapat di dalam kabinet perang Netanyahu. Sejumlah anggota mengatakan kemungkinan kekalahan total Hamas bukan tujuan yang realistis bagi pemerintah. Ada pula yang mendesak pemilihan umum segera digelar sehingga publik percaya dengan pemerintah," kata Salhut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1488 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1119 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 965 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 857 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik