Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 13 Mei 2026
Kembali, Pedagang Dan Ojek Ngelurug DPRD
Negara
Senin, 27 Juli 2009,
21:13 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Berbagai upaya yang dilakukan pedagang, asongan dan ojek di Gilimanuk untuk memperjuangkan nasibnya tidak juga padam. Kali ini mereka ngelurug kantor DPRD Jembrana untuk mengadukan nasibnya serta memohon solusi agar mereka dapat tetap beroperasi di Terminal Gilimanuk.
Kedatangan 23 perwakilan pedagang, asongan dan ojek yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Gilimanuk dan Aliansi Masyarakat Gilimanuk Menggugat diantar langsung oleh Lurah Gilimanuk, I GN Darmaputra diterima di ruang rapat oleh Ketua DPRD Jembrana I Made Kembang Hartawan beserta segenap anggotanya.
Ketika menyampaikan aspirasinya mereka mengaku tidak masalah jika ASDP menata Pelabuhan Gilimanuk menjadi pelabuhan bertaraf internasional. “Kami tidak banyak menuntut, yang penting kami disediakan tempat yang aman, nyaman dan ada penghasilan,†ujar Gampang, salah seorang pedagang asongan di Gilimanuk yang ikut ngelurug.
Menurut Gampang, ASDP telah sewenang-wenang dan sombong lantaran awalnya mereka diiming-imingi ganti rugi apabila di tempat yang baru tidak mendapatkan penghasilan. “Setelah kami tanyakan, jawabannya sangat menyakitkan. Mereka bilang itu resiko kami. Bapak-bapak tolong perjuangkan kami, saya siap korban nyawa demi kelangsungan hidup masyarakat Gilimanuk,†teriaknya sambil berdiri.
Dari dialog yang dilakukan, terungkap kalau permintaan mereka hanya ingin diberikan kesempatan untuk tetap beroperasi di Pelabuhan Gilimanuk, selama masih menunggu solusi.
“Kami hanya ingin diberikan ijin tetap berjualan di Pelabuhan Gilimanuk selama belum ada tempat yang layak untuk berdagang. Kami sudah lama tidak mendapat penghasilan, jika masih terus menunggu kami bisa mati kelaparan,†tandasnya.
Hal senada juga disampaikan Nur Utari. Dia membantah kalau pedagang dituding sering menganggu pengguna jasa penyebrangan. “Kami tidak pernah memaksa penunpang untuk belanja. Selama kami berjualan kami sudah mengikuti aturan yang ditentukan ASDP,â€ucapnya sambil mengusap air mata.
Yoni perwakilan ojek, mengatakan jantung perekonomian masyarakat Gilimanuk ada di pelabuhan dan terminal sehingga larangan ASDP ini membuat perekonomian di pasar dan lainnya ikut macet. Yoni mengaku akan menempuh jalur apapun untuk memperjuangkan nasib mereka. (dey)
Kedatangan 23 perwakilan pedagang, asongan dan ojek yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Gilimanuk dan Aliansi Masyarakat Gilimanuk Menggugat diantar langsung oleh Lurah Gilimanuk, I GN Darmaputra diterima di ruang rapat oleh Ketua DPRD Jembrana I Made Kembang Hartawan beserta segenap anggotanya.
Ketika menyampaikan aspirasinya mereka mengaku tidak masalah jika ASDP menata Pelabuhan Gilimanuk menjadi pelabuhan bertaraf internasional. “Kami tidak banyak menuntut, yang penting kami disediakan tempat yang aman, nyaman dan ada penghasilan,†ujar Gampang, salah seorang pedagang asongan di Gilimanuk yang ikut ngelurug.
Menurut Gampang, ASDP telah sewenang-wenang dan sombong lantaran awalnya mereka diiming-imingi ganti rugi apabila di tempat yang baru tidak mendapatkan penghasilan. “Setelah kami tanyakan, jawabannya sangat menyakitkan. Mereka bilang itu resiko kami. Bapak-bapak tolong perjuangkan kami, saya siap korban nyawa demi kelangsungan hidup masyarakat Gilimanuk,†teriaknya sambil berdiri.
Dari dialog yang dilakukan, terungkap kalau permintaan mereka hanya ingin diberikan kesempatan untuk tetap beroperasi di Pelabuhan Gilimanuk, selama masih menunggu solusi.
“Kami hanya ingin diberikan ijin tetap berjualan di Pelabuhan Gilimanuk selama belum ada tempat yang layak untuk berdagang. Kami sudah lama tidak mendapat penghasilan, jika masih terus menunggu kami bisa mati kelaparan,†tandasnya.
Hal senada juga disampaikan Nur Utari. Dia membantah kalau pedagang dituding sering menganggu pengguna jasa penyebrangan. “Kami tidak pernah memaksa penunpang untuk belanja. Selama kami berjualan kami sudah mengikuti aturan yang ditentukan ASDP,â€ucapnya sambil mengusap air mata.
Yoni perwakilan ojek, mengatakan jantung perekonomian masyarakat Gilimanuk ada di pelabuhan dan terminal sehingga larangan ASDP ini membuat perekonomian di pasar dan lainnya ikut macet. Yoni mengaku akan menempuh jalur apapun untuk memperjuangkan nasib mereka. (dey)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1240 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 964 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 795 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 723 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026