Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Kembali, Pedagang Dan Ojek Ngelurug DPRD
Negara
Senin, 27 Juli 2009,
21:13 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Berbagai upaya yang dilakukan pedagang, asongan dan ojek di Gilimanuk untuk memperjuangkan nasibnya tidak juga padam. Kali ini mereka ngelurug kantor DPRD Jembrana untuk mengadukan nasibnya serta memohon solusi agar mereka dapat tetap beroperasi di Terminal Gilimanuk.
Kedatangan 23 perwakilan pedagang, asongan dan ojek yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Gilimanuk dan Aliansi Masyarakat Gilimanuk Menggugat diantar langsung oleh Lurah Gilimanuk, I GN Darmaputra diterima di ruang rapat oleh Ketua DPRD Jembrana I Made Kembang Hartawan beserta segenap anggotanya.
Ketika menyampaikan aspirasinya mereka mengaku tidak masalah jika ASDP menata Pelabuhan Gilimanuk menjadi pelabuhan bertaraf internasional. -uKami tidak banyak menuntut, yang penting kami disediakan tempat yang aman, nyaman dan ada penghasilan,- ujar Gampang, salah seorang pedagang asongan di Gilimanuk yang ikut ngelurug.
Menurut Gampang, ASDP telah sewenang-wenang dan sombong lantaran awalnya mereka diiming-imingi ganti rugi apabila di tempat yang baru tidak mendapatkan penghasilan. -uSetelah kami tanyakan, jawabannya sangat menyakitkan. Mereka bilang itu resiko kami. Bapak-bapak tolong perjuangkan kami, saya siap korban nyawa demi kelangsungan hidup masyarakat Gilimanuk,- teriaknya sambil berdiri.
Dari dialog yang dilakukan, terungkap kalau permintaan mereka hanya ingin diberikan kesempatan untuk tetap beroperasi di Pelabuhan Gilimanuk, selama masih menunggu solusi.
-uKami hanya ingin diberikan ijin tetap berjualan di Pelabuhan Gilimanuk selama belum ada tempat yang layak untuk berdagang. Kami sudah lama tidak mendapat penghasilan, jika masih terus menunggu kami bisa mati kelaparan,- tandasnya.
Hal senada juga disampaikan Nur Utari. Dia membantah kalau pedagang dituding sering menganggu pengguna jasa penyebrangan. -uKami tidak pernah memaksa penunpang untuk belanja. Selama kami berjualan kami sudah mengikuti aturan yang ditentukan ASDP,-ucapnya sambil mengusap air mata.
Yoni perwakilan ojek, mengatakan jantung perekonomian masyarakat Gilimanuk ada di pelabuhan dan terminal sehingga larangan ASDP ini membuat perekonomian di pasar dan lainnya ikut macet. Yoni mengaku akan menempuh jalur apapun untuk memperjuangkan nasib mereka. (dey)
Kedatangan 23 perwakilan pedagang, asongan dan ojek yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Gilimanuk dan Aliansi Masyarakat Gilimanuk Menggugat diantar langsung oleh Lurah Gilimanuk, I GN Darmaputra diterima di ruang rapat oleh Ketua DPRD Jembrana I Made Kembang Hartawan beserta segenap anggotanya.
Ketika menyampaikan aspirasinya mereka mengaku tidak masalah jika ASDP menata Pelabuhan Gilimanuk menjadi pelabuhan bertaraf internasional. -uKami tidak banyak menuntut, yang penting kami disediakan tempat yang aman, nyaman dan ada penghasilan,- ujar Gampang, salah seorang pedagang asongan di Gilimanuk yang ikut ngelurug.
Menurut Gampang, ASDP telah sewenang-wenang dan sombong lantaran awalnya mereka diiming-imingi ganti rugi apabila di tempat yang baru tidak mendapatkan penghasilan. -uSetelah kami tanyakan, jawabannya sangat menyakitkan. Mereka bilang itu resiko kami. Bapak-bapak tolong perjuangkan kami, saya siap korban nyawa demi kelangsungan hidup masyarakat Gilimanuk,- teriaknya sambil berdiri.
Dari dialog yang dilakukan, terungkap kalau permintaan mereka hanya ingin diberikan kesempatan untuk tetap beroperasi di Pelabuhan Gilimanuk, selama masih menunggu solusi.
-uKami hanya ingin diberikan ijin tetap berjualan di Pelabuhan Gilimanuk selama belum ada tempat yang layak untuk berdagang. Kami sudah lama tidak mendapat penghasilan, jika masih terus menunggu kami bisa mati kelaparan,- tandasnya.
Hal senada juga disampaikan Nur Utari. Dia membantah kalau pedagang dituding sering menganggu pengguna jasa penyebrangan. -uKami tidak pernah memaksa penunpang untuk belanja. Selama kami berjualan kami sudah mengikuti aturan yang ditentukan ASDP,-ucapnya sambil mengusap air mata.
Yoni perwakilan ojek, mengatakan jantung perekonomian masyarakat Gilimanuk ada di pelabuhan dan terminal sehingga larangan ASDP ini membuat perekonomian di pasar dan lainnya ikut macet. Yoni mengaku akan menempuh jalur apapun untuk memperjuangkan nasib mereka. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5961 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2299 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2231 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026