Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 20 Juni 2026
Keributan di Pemogan, Polisi Amankan 3 Pemuda, Kaca Mobil Pecah Berakhir Damai
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Buntut keributan yang terjadi di sebuah kos-kosan di Jalan Tunjung Biru, Lingkungan Taruna Bineka, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, pada Minggu (26/4/2026) dini hari, polisi telah mengamankan tiga orang pemuda. Ketiganya kini masih berstatus sebagai saksi.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, ketiga orang yang diamankan tersebut berasal dari kelompok AS. Sementara itu, kelompok lawan masih dalam proses penyelidikan.
“Sudah ada tiga orang yang kami amankan dari kelompok AS. Untuk kelompok lawannya masih diselidiki,” ungkap Iptu Azel, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, dalam penyelidikan kali ini pihaknya fokus pada dugaan penggunaan senjata tajam (sajam) saat bentrokan terjadi. Namun, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap kelompok AS, belum ditemukan bukti penggunaan sajam.
"Dugaan sementara, sajam justru diduga dibawa oleh kelompok lawan," imbuhnya.
Ketiga pemuda tersebut masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami keterlibatan masing-masing dalam bentrokan. Selain itu, penyidik juga terus mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti tambahan.
"Barang bukti yang telah diamankan sementara berupa batu yang ditemukan di dalam mobil korban usai terkena lemparan. Sedangkan barang bukti terkait dugaan senjata tajam masih dalam pencarian," ujarnya.
Ia juga menyebutkan, kerusakan kaca mobil akibat lemparan batu saat bentrokan telah diselesaikan secara kekeluargaan antara pemilik kendaraan dengan pihak kelompok AS.
"Kerusakan mobil sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Kerugian ditanggung secara sukarela oleh AS, walaupun belum dapat dipastikan siapa yang melempar batu hingga mengenai mobil,” ujarnya.
Diketahui, keributan pecah antar dua kelompok pemuda di kos-kosan tersebut pada Minggu dini hari. Bentrokan diduga dipicu pesta minuman keras (miras) hingga berujung aksi saling lempar batu.
Dalam kejadian itu, satu unit mobil Avanza warna putih milik warga setempat mengalami kerusakan akibat lemparan. Aksi penyerangan melibatkan sekitar 15 hingga 20 orang dari kelompok Gregorius Andrean Solo alias AS yang datang menggunakan sepeda motor.
Mereka disebut melempari rumah warga untuk mencari dua kakak beradik asal NTT, Andre Nani dan Ino Nani, yang tinggal di kos tersebut. Aksi saling lempar batu pun tak terhindarkan hingga membuat warga sekitar ketakutan.
Peristiwa itu dipicu perkelahian sebelumnya antara kedua kakak beradik tersebut dengan AS akibat gelas minuman keras yang pecah karena tersenggol. Para pelaku kemudian melarikan diri setelah Kepala Dusun dan pecalang setempat datang ke lokasi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun