Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 27 September 2026
Ketiadaaan Barang Bukti Ponsel Bermerk Saat Pemusnahan Jadi Tanda Tanya
Jumat, 14 September 2018,
23:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Pemusnahan Barang Bukti (BB) yang dilakukan Kejari Denpasar Kamis (13/9) lalu menyisakan tanda tanya, karena beredar informasi BB sejumlah ponsel bermerk yang disita tidak ikut dimusnahkan, malah justru yang terlihat ponsel yang sudah kategori produksi lama.
[pilihan-redaksi]
Dugaan raibnya sejumlah ponsel bermerk dan berharga mahal saat pemusnahan barang bukti akhirnua jadi sorotan khusus pejabat Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali. Hal ini dibenarkan Kepala seksi penerangan hukum (Kasi Penkum) dan Humas Kejati Bali, Edwin Belsar saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/9). Bahkan, masalah itu pun sudah sampai ke meja pejabat tinggi Kejati Bali.
Dugaan raibnya sejumlah ponsel bermerk dan berharga mahal saat pemusnahan barang bukti akhirnua jadi sorotan khusus pejabat Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali. Hal ini dibenarkan Kepala seksi penerangan hukum (Kasi Penkum) dan Humas Kejati Bali, Edwin Belsar saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/9). Bahkan, masalah itu pun sudah sampai ke meja pejabat tinggi Kejati Bali.
“Sesuai prosedur, pemberitaan di media sudah kami laporkan pada Pak Asintel (asisten intelejen),” beber Beslar.
Terkait hal itu, Beslar, mengatakan laporan pada atasannya Asintel, Bayu Adhinugroho Arianto yang tak lain anak dari Jaksa Agung HM Prasetyo, sudah memenuhi prosedur yang ada.
“Laporan sesuai prosedur itu secara berjenjang. Jadi, pertama memang kami laporkan pada Pak Asintel. Intel ini kan telinga dan mata institusi (kejaksaan). Adapun keputusan ditentukan pimpinan,” kata Beslar.
Jaksa memang dituntut teliti dengan keberadaan BB. Bahkan, saat pelimpahan dari kepolisian harus dicek detail agar saat persidangan sesuai dengan dakwaan atau tuntutan.
“Kalau pas sidang hakim tanya mana BB-nya, kemudian tidak ada, maka repot. Hakim bisa berpandangan jaksa error in persona (terjadi kekeliruan),” jelasnya.
Beslar menjelaskan bahwa BB yang dimusnhakan sesuai dengan putusan hakim yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht). BB apa saja yang diputuskan hakim harus dirampas dan dimusnahkan, maka BB tersebut harus dimusnahkan.
“Kalau memang BB-nya dalam putusan harus dikembalikan pada terdakwa, ya harus dikembalikan,” tukasnya.
Saat pemusnahan BB di Kejari Denpasar memang banyak keganjilan. Jumlah BB ponsel yang dihancurkan tidak terdata secara jelas, berbeda dengan BB seperti narkotika.
[pilihan-redaksi2]
Dalam catatan persidangan periode Januari – Agustus 2018, BB berupa ponsel bermerek dengan harga mahal diantaranya merek iPhone dan Samsung keluaran terbaru. Namun, saat yang dihancurkan ponsel merek jadul seperti Nokia series 3600 dan Blackberry yang terlihat.
Dalam catatan persidangan periode Januari – Agustus 2018, BB berupa ponsel bermerek dengan harga mahal diantaranya merek iPhone dan Samsung keluaran terbaru. Namun, saat yang dihancurkan ponsel merek jadul seperti Nokia series 3600 dan Blackberry yang terlihat.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Intel Kejari Denpasar I Made Agus Sastrawan menyebut BB yang dimusnahkan sudah sesuai putusan hakim. Namun, saat disinggung selama persidangan banyak ponsel canggih yang sudah inkracht, Agus menyebut hal itu perlu dicek lagi. Sementara Kasi Barang Bukti Kejari Denpasar, I Putu Gede Sugiarta mengatakan jika pihaknya hanya menerima limpahan dari bagian Pidana Umum (Pidum). (bbn/maw/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8480 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5830 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026