Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Ketua DPRD Tabanan: Masyarakat Perlu Terbiasa Bahan Pokok Selain Beras
BERITABALI.COM, TABANAN.
Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga menilai, masyarakat perlu terbiasa dengan bahan pokok selain beras.
Hal ini untuk memperkenalkan ragam kuliner dari bahan pokok seperti ubi, singkong, talas hingga pisang. Hal itu diungkapkan seusai acara lomba serangkaian HUT Ke-49 PDI Perjuangan. Kegiatan lomba ini digelar oleh DPC PDI Perjuangan Tabanan Jumat, (22/4).
Acara ini dibuka oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Acara ini mengambil tema: "Bangunlah Jiwa Dan Badannya Untuk Indonesia Raya". Memantapkan implementasi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali"
Ada tiga lomba yang digelar, yakni lomba kuliner pendamping beras, lomba mixology arak Bali dan barista kopi Bali.
“Kebetulan saya jadi koordinator lomba kuliner pendamping beras,” ujarnya seusai acara.
Dirga mengatakan, orang Bali sudah terbiasa dengan kuliner pendamping beras. Seperti nasi sela (nasi yang dicapur singkong), Ia menyebutkan makanan ini sudah menjadi konsumsinya sejak kecil.
“Dulu identik dengan orang miskin. Karena beras dicampur, sehingga jadi nasi sela. Tapi, sekarang nasi sela sudah masuk restoran,” ujarnya.
Jumlah masing-masing peserta lomba sebanyak 12 orang, mereka berkompetisi untuk meraih posisi juara yang terbaik di sesi penyisihan-final tingkat kabupaten. Kegiatan ini merupakan gagasan dari Gubernur Bali sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster.
Selain itu, ada lomba cerdas cermat dan lomba pidato Bung Karno yang diikuti oleh anak siswa sekolah dan juga ada lomba pidato Bung Karno.
“Ini sudah terbiasa dilakukan oleh kader PDI Perjuangan, kegiatan sangat bagus dan wajib diteruskan setiap ulang tahun PDI Perjuangan di Bulan Bung Karno,” ujarnya.
Selain itu, Politisi PDI Perjuangan asal Banjar Sakeh, Desa Sudimara, Tabanan ini menilai, lomba mixology arak Bali bisa meningkatkan potensi pasarnya terutama untuk wisatawan asing.
“Jika wisatawan asing ke Bali sudah terbiasa dengan arak atau minuman yang dicampur, kan pasti meningkatkan nilai ekonominya,” ujarnya.
Dirga yang pernah bekerja di dunia pariwisata mengatakan, arak Bali sangat berpeluang bisa menyamai minuman sejenis seperti sake dari Jepang, soju dari Korea Selatan atau wine.
“Ini peluang. Harus bisa digarap maksimal,” ujarnya.
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 552 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 411 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 409 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan